Anugerah UNG Berdampak 2026, Wujud Apresiasi dan Penghargaan bagi Pejuang Kampus Kerakyatan

Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok (tengah) bersama para peraih penghargaan Anugerah UNG Berdampak 2026. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (UNG) – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali membuktikan komitmennya dalam menghargai dedikasi dan kerja keras para pejuang pendidikan. Hal itu diwujudkan kampus kerakyatan UNG, dengan menyelenggarakan perhelatan akbar “Anugerah UNG Berdampak 2026”, Selasa (20/1/2026), di Ballroom Hotel Damhil, Kota Gorontalo.

Acara ini merupakan bentuk pengakuan tertinggi institusi terhadap civitas akademika-mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga mitra strategis yang telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pilar pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNG, Harto Malik menjelaskan, bahwa kegiatan anugerah ini menjadi upaya UNG, sebagai wujud apresiasi dan pengakuan kontribusi serta kinerja yang berhasil ditorehkan elemen perguruan tinggi maupun mitra strategis. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin berkualitas dan berdaya saing.

Read More
banner 300x250

“Anugerah ini adalah wujud pengakuan atas kontribusi nyata seluruh elemen. Kami ingin membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya berjalan, tetapi berlari menuju kualitas yang lebih baik dan berdaya saing,” ungkap Harto dalam sambutannya.

Sementara itu, Rektor UNG Prof. Eduart Wolok, menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan, atas capaian kinerja dan kontribusinya dalam mendukung kebijakan institusi. Pemberian apresiasi tersebut menurutnya lebih dari sekadar ajang seremoni.

“Anugerah UNG berdampak diharapkan menjadi dorongan bagi dosen, tendik dan mahasiswa yang bernaung di UNG dan mitra untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas layanan pendidikan,” kata Prof. Eduart.

Melalui apresiasi ini, Ia juga menegaskan, bahwa UNG ingin menumbuhkan budaya kinerja yang terukur, transparan, dan berorientasi pada dampak.

“Civitas akademika didorong untuk tidak hanya berfokus pada capaian jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan sistem yang berkelanjutan, termasuk dalam pengelolaan akademik dan data institusi,” ujar Eduart.

Lewat Anugerah UNG Berdampak, diharapkan muncul semangat kompetisi yang sehat di lingkungan internal. Dengan standar yang terus ditingkatkan, UNG optimis bahwa setiap inovasi, layanan serta kinerja tridharma pendidikan tinggi yang lahir dari rahim kampus akan semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Diketahui pada penyelenggaraan Anugerah UNG Berdampak ini, memberikan sebanyak 141 penghargaan yang terbagi dalam 74 kategori. Kategori tersebut mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari tata kelola pendidikan tinggi, penguatan riset dan inovasi, pengelolaan data dan informasi, hingga peran media dalam mendukung penyebaran informasi pendidikan tinggi di UNG. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60