Pojok6.id (UNG) – Nuansa religius dan kebersamaan begitu terasa di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, civitas akademika UNG berkumpul dalam suasana penuh suka cita melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, di Masjid Sabilurrasyad UNG.
Peringatan Maulid tersebut tidak hanya dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga melibatkan mahasiswa serta sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren di Gorontalo. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum, untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Semarak peringatan Maulid semakin terasa dengan hadirnya tradisi walimah khas masyarakat Gorontalo. Sejumlah tolangga yang dihias dan diisi dengan beragam sajian turut menghiasi perayaan. Tolangga tersebut merupakan bentuk partisipasi dan kebersamaan dari berbagai unit kerja di lingkungan UNG.
Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk menumbuhkan sekaligus memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak semestinya berhenti pada peringatan secara seremonial. Lebih dari itu, kecintaan tersebut harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak, perilaku, amalan dan ibadah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta kita kepada Nabi. Dengan rasa cinta tersebut, kita dapat mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW, baik perilakunya maupun amalan dan ibadahnya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu agenda rutin yang dilaksanakan UNG. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi civitas akademika, untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, sekaligus mengingat kembali sosok Rasulullah SAW sebagai teladan utama umat Islam.
“Melalui momentum ini, kita berharap keimanan dan ketakwaan civitas akademika UNG semakin meningkat. Kita juga kembali mengingat Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.
Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, peringatan Maulid di UNG juga menjadi ruang untuk merawat keberadaan tradisi dan kearifan lokal Gorontalo. Kehadiran tolangga dalam tradisi walimah menunjukkan bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat berjalan selaras dengan budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Kebersamaan yang tercipta dalam peringatan tersebut juga memperlihatkan kepedulian UNG terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Keterlibatan panti asuhan dan pondok pesantren menjadi bagian dari semangat berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bersama, dalam momentum peringatan kelahiran Rasulullah SAW.
Dengan demikian, Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan UNG tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, merawat tradisi Gorontalo, serta menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan civitas akademika.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter kehidupan kampus, sehingga nilai keimanan, kebersamaan, kepedulian dan keteladanan dapat berjalan beriringan dalam mewujudkan UNG sebagai Kampus Kerakyatan yang Berdampak untuk Semua. (Adv)








