Pojok6.id (UNG) – Membangun institusi pendidikan yang bersih dan berintegritas, tidak cukup hanya melalui aturan dan sistem. Kesadaran untuk mencegah korupsi perlu ditanamkan sejak dari lingkungan akademik, termasuk kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin dan profesional di masa depan.
Komitmen tersebut menjadi perhatian Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG), melalui pelaksanaan kuliah umum bertema “Penguatan Integritas melalui Mitigasi Korupsi dalam Mewujudkan Tata Kelola Institusi Pendidikan yang Bersih, Transparan dan Berintegritas”, di Aula Rektorat UNG.
Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa Program Pascasarjana UNG, dengan menghadirkan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Ahmad Hajar Zunaidi, sebagai pemateri utama.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama yang terjalin antara UNG dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo, khususnya dalam memperkuat pemahaman mengenai integritas, pencegahan korupsi, serta pentingnya tata kelola yang baik di lingkungan institusi pendidikan.
Direktur Pascasarjana UNG, Prof. Mahludin Baruwadi, mengungkapkan bahwa kuliah umum ini, menjadi bagian dari rangkaian awal proses perkuliahan di lingkungan Pascasarjana. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan wawasan tambahan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai yang harus dijunjung selama menjalani pendidikan.
“Ini menjadi bagian dari proses awal perkuliahan di lingkungan Pascasarjana, dengan tujuan memberikan penguatan dan pemahaman kepada mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan,” ungkap Prof. Mahludin.
Ia menilai, pembentukan karakter akademik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual, tetapi juga menyangkut integritas, tanggung jawab, serta komitmen untuk menjunjung nilai-nilai kejujuran.
Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Hidayat Koniyo, menilai tema yang diangkat dalam kuliah umum tersebut, sangat relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi saat ini. Menurutnya, penguatan wawasan mengenai pencegahan korupsi penting diberikan kepada mahasiswa, agar mereka memiliki pemahaman yang kuat mengenai pentingnya integritas, dalam kehidupan akademik maupun ketika nantinya terjun ke dunia profesional.
“Kuliah umum ini sangat penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa. Terlebih tema yang diangkat sangat penting dalam upaya pencegahan tindak korupsi, sebagai langkah strategis mewujudkan tata kelola institusi pendidikan yang bersih, transparan dan berintegritas, khususnya di insitusi pendidikan tinggi,” jelas Hidayat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pascasarjana diharapkan tidak hanya memahami korupsi dari aspek hukum, tetapi juga mampu mengenali berbagai bentuk risiko dan potensi penyimpangan yang dapat muncul dalam pengelolaan institusi.
Kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Gorontalo melalui kegiatan edukatif seperti ini, menjadi salah satu langkah nyata, dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi sekaligus menanamkan budaya antikorupsi di lingkungan kampus. (Adv)








