BMKG Gorontalo Imbau Kesiapsiagaan Dini Hadapi Peralihan Musim Kemarau ke Musim Hujan 2026/2027

Foto: David

Pojok6.id (Gorontalo) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi musim hujan tahun 2026/2027 untuk wilayah Indonesia.

Informasi tersebut menjadi salah satu acuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi peralihan musim dari kemarau menuju musim hujan.

Sebagai tindak lanjut rilis tersebut, BMKG menggelar audiensi dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail guna memaparkan perkembangan prediksi musim hujan sekaligus mendorong kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Read More
banner 300x250

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Djalaluddin Gorontalo, Satria Topan Primadi, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Provinsi Gorontalo secara umum masih berada pada periode musim kemarau. Meski demikian, peluang pertumbuhan awan dan curah hujan di sejumlah wilayah mulai meningkat.

“Masyarakat perlu mewaspadai perubahan kondisi atmosfer yang menandai peralihan menuju musim hujan, meskipun saat ini secara umum kita masih berada di musim kemarau,” ujarnya.

Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan di Provinsi Gorontalo diperkirakan berlangsung bertahap mulai pertengahan November hingga pertengahan Desember 2026.

Musim hujan diprakirakan dimulai dari wilayah Gorontalo bagian timur, kemudian meluas secara bertahap ke wilayah bagian barat. Waktu masuknya musim hujan dapat berbeda antarwilayah karena dipengaruhi kondisi geografis dan dinamika atmosfer setempat,” lanjutnya.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut baik informasi yang disampaikan BMKG dan menegaskan pentingnya langkah antisipatif.

“Informasi dari BMKG ini sangat berharga bagi kami. Pemerintah daerah akan bersama-sama instansi terkait, mempersiapkan diri sejak dini agar dampak perubahan musim terhadap masyarakat dapat kita minimalkan,” kata Gusnar.

Masyarakat sendiri diharapkan selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, dan tidak hanya mengandalkan informasi dari sumber yang belum terverifikasi.

“Dengan koordinasi dan kesiapsiagaan sejak dini antara BMKG, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, potensi risiko akibat perubahan musim diharapkan dapat diminimalisir,” pungkasnya. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60