Syarat Jemaah Haji-Umroh Harus Vaksin Booster, La Ode Haimudin: Semoga Ada Solusi

Vaksin Booster
Anggota komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin

Pojok6.id (Deprov) – Akses keberangkatan ibadah haji dan umroh telah dibuka bagi yang ingin melakasanakannya, termasuk Indonesia. Tetapi persayaratan pemerintah Arab Saudi, harus sudah vaksin Sinovac dan sudah divaksin Dosis ke 3, yaitu vaksin Booster covid-19.

Hal itu di sampaikan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, , usai menggelar rapat kerja bersama Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, di ruang rapat Dulohupa Deprov, Senin (29/11/2021).

atau moderna, baru bisa untuk tenaga kesehatan, belum dibuka untuk umum. Tapi ini persyaratan pemerintah Arab Saudi mereka yang berangkat umroh harus di Booster,” kata La Ode.

Read More
banner 300x250

Lebih lanjut ia menambahkan, kalau tidak divaksin Booster, para jamaah umroh akan dikarantina 5 hari dan ini akan menjadi salah satu hambatan.

“Mudah-mudahan ini ada solusi untuk pemerintah, orang mau pergi umroh ternyata hanya karena masalah kebijakan, sehingga mereka belum mendapatkan dosis vaksin tersebut. Ini harus ada solusi, kita minta tim gugus nasional,” Harapnya

Sementara itu Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Andrianto mengatakan, bahwa jemaah Haji dan Umroh tidak lagi diberi syarat vaksin Booster Covid-19 .

“Sesuai informasi yang kami terima, bahwa untuk masuk Arab Saudi itu tidak mempersyaraktkan ada vaksin Booster. Vaksin dosis pertama dan kedua sudah bisa untuk sekarang,” Jelasnya. (adv/lan)

Baca berita kami lainnya di


banner 468x60

Related posts

banner 468x60