Wagub Idah Tinjau Homestay Peserta PENAS XVII, Pastikan Ribuan Tamu Nyaman di Gorontalo

Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Mulyadi Mario, saat meninjau salah satu homestay peserta PENAS XVII di Desa Bungalo, Kecamatan Telaga Jaya. (Foto: Diskominfotik)

Pojok6.id (Gorontalo) – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, mulai melakukan pengecekan kesiapan homestay yang akan digunakan peserta Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan XVII. Peninjauan dilakukan di Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Rabu (3/6/2026), bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Mulyadi Mario.

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo, memastikan seluruh peserta PENAS XVII mendapatkan tempat tinggal yang layak, nyaman, dan representatif selama mengikuti kegiatan nasional yang akan berlangsung pada 20–25 Juni 2026.

Dalam kunjungannya, Idah meninjau langsung kondisi rumah-rumah warga yang dipersiapkan sebagai homestay. Ia memastikan kapasitas bangunan, jumlah kamar, kebersihan, hingga fasilitas pendukung memenuhi standar untuk menerima tamu dari berbagai daerah di Indonesia.

Read More
banner 300x250

Salah satu rumah yang dikunjungi mendapat perhatian khusus, karena dinilai sangat layak menjadi lokasi menginap peserta. Selain memiliki ruang yang luas, rumah tersebut juga memiliki beberapa kamar berukuran besar, yang mampu menampung lebih banyak peserta dalam satu kelompok.

“Walaupun rumah ini belum memiliki stiker PENAS sebagai penanda resmi, tetapi menurut saya sangat memenuhi syarat. Ruangnya luas, kamarnya besar-besar. Ada empat kamar dengan target delapan orang per rumah. Bahkan kapasitasnya bisa lebih karena biasanya peserta dari kalangan petani dan nelayan datang secara berkelompok dan ingin tetap berada dalam satu lokasi,” ujar Idah.

Selain memastikan kelayakan bangunan, Wakil Gubernur juga mengingatkan pemilik homestay untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengamankan barang-barang yang berpotensi rusak selama rumah ditempati peserta. Menurutnya, kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah menjadi faktor penting dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo.

Lebih lanjut, Idah menekankan bahwa keramahan masyarakat Gorontalo, harus menjadi nilai tambah yang dirasakan para tamu selama berada di daerah ini. Ia berharap para pemilik homestay tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang nyaman, tetapi juga mampu menjadi sumber informasi, bagi peserta yang membutuhkan bantuan selama kegiatan berlangsung.

“Keramahtamahan sangat penting, karena kita adalah tuan rumah. Selain memberikan kenyamanan, pemilik rumah juga perlu mengetahui informasi dasar seperti lokasi objek wisata, rumah sakit, puskesmas, hingga nomor layanan darurat. Hal-hal seperti ini akan sangat membantu para peserta selama berada di Gorontalo,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo saat ini telah menyiapkan sekitar 5.000 homestay untuk mengakomodasi kebutuhan peserta PENAS XVII, yang diproyeksikan mencapai puluhan ribu orang. Seiring bertambahnya jumlah peserta yang mendaftar, pemerintah terus melakukan pendataan dan pemetaan rumah-rumah warga yang berpotensi digunakan sebagai lokasi menginap.

Usai melakukan pengecekan homestay, Idah bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke lokasi Gelar Teknologi Pertanian PENAS XVII di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana lokasi utama yang akan menjadi pusat kegiatan, pameran, serta kunjungan peserta selama pelaksanaan PENAS Tani dan Nelayan XVII. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60