Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam

Kegiatan Seminar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya Terhadap Lingkungan, Sosial dan Ekonomi, yang digelar Bidang Riset dan Inovasi Bappeda Provinsi Gorontalo. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo melalui Bidang Riset dan Inovasi, menggelar kegiatan Seminar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya Terhadap Lingkungan, Sosial dan Ekonomi, Kamis (21/8/2025).

“Hari ini kita menggelar seminarnya mengenai kajian energi dan sumber daya mineral, dimana kita mengkaji mengenai pengelolaan tambang bukan logam di Provinsi Gorontalo, yang dilihat juga dari sektor lingkungan sosial dan ekonominya,” ungkap Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bappeda Provinsi Gorontalo, Tity Iriani Datau.

Ia menjelaskan, bahwa Bappeda Provinsi Gorontalo khususnya di Bidang Riset dan Inovasi, setiap tahunnya melaksanakan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan riset. Dimana pada tahun ini, ada enam riset yang akan dilaksanakan, dan riset ini menjadi riset ataupun kajian yang pertama kali di seminarkan.

Read More
banner 300x250

“Untuk kajian tahun ini, sesuai arahan dari pak Gubernur dan Kepala Bappeda, itu diarahkan untuk kajian-kajian yang memiliki implementasi langsung, serta bisa memberikan rekomendasi untuk kebijakan di sektor-sektor prioritas yang ada di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam seminar tersebut, turut dihadiri tim periset dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan peneliti dari Bappeda Provinsi Gorontalo, serta menghadirkan narasumber pembanding dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Gorontalo, Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Media Masa, dan bidang-bidang terkait yang ada di Bappeda Provinsi Gorontalo.

“Kami berharap agar semua masukkan tadi yang sudah disampaikan oleh seluruh peserta yang hadir, itu bisa memperkaya kajian ini. Karena nantinya, tim periset juga bisa mendapatkan lebih banyak data, sehingga bisa menetapkan metode pelaksanaan penelitian yang sesuai dan diharapkan juga bisa melihat sumber daya yang ada pada pelaksanaan kajian ini,” harapnya.

Sementara itu, tim periset Raghel Yunginger menegaskan, bahwa pelaksanaan seminar kajian ini merupakan bentuk komitmen bersama, untuk merumuskan desain penelitian yang bisa memberikan rekomendasi kebijakan, untuk pengelolaan tambang mineral bukan logam terhadap lingkungan sosial dan ekonomi di Provinsi Gorontalo.

“Kita juga mengevaluasi misalnya bagaimana pengelolaan tambang yang benar-benar tidak hanya memfokuskan di persoalan ekonomi, tetapi juga harus berkelanjutan untuk konservasi lingkungan, apalagi kalau tambang itu bisa berdampak di daerah-daerah pesisir, misalnya wisata-wisata yang ada di daerah pesisir, jangan sampai terkontaminasi dengan kegiatan antropogenik,” jelasnya.

Untuk pelaksanaannya sendiri, kata Raghel direncanakan akan mulai dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2025. Dengan lokus wilayah di Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo.

“Jadi yang akan kita lihat mulai bagaimana perizinannya, kemudian kalau yang sudah punya izin bagaimana ketaatan atau kepatuhan terhadap persyaratan yang disyaratkan pada izin usahanya, kemudian bagaimana mereka melakukan reklamasi pasca tambang. Tetapi sekali lagi ini tambang mineral bukan logam,” tutupnya. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60