Run In Cotton: “Lari Tak Harus Pakai Outfit Mahal”

Komunitas Run In Cotton. Foto: istimewa

Pojok6.id (Olahraga) – Ketika fenomena olahraga lari atau jogging mulai melanda Indonesia, khususnya di Gorontalo, banyak warga yang langsung mengikuti tren ini. Karena olahraga lari selain dikenal sebagai olah raga murah dan gratis, juga mudah untuk di lakukan dimana saja. Baik di jogging track, stadion olahraga, jalanan, ataupun di komplek perumahan.

Namun seiring berjalannya waktu, tren olahraga lari justru lebih dikenal sebagai salah satu olahraga mahal, karena gengsi dan harus menggunakan outfit mahal dari brand ternama. Dari kepala hingga kaki, mulai dari topi, kacamata, jam tangan, jersey khusus lari, celana dan tentunya sepatu juga aksesoris pelengkap lainya.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi komunitas yang menamakan diri: Run In Cotton. Komunitas yang mulai terbentuk pada Januari 2025 ini, justru mengajak masyarakat untuk tetap berolahraga, khususnya lari, tanpa harus menggunakan outfit atau pakaian yang mahal.

Read More
banner 300x250

Saat diwawancara, Suryo Widuri Suleman, selaku koordinator komunitas Run In Cotton menagatakan, komunitas ini dibentuk untuk mengajak masyarakat terus berolahraga tanpa harus memikirkan apa yang harus dikenakan saat berolahraga.

“Komunitas ini tujuannya untuk agar lebih menaikkan daya tarik orang, untuk berolahraga khususnya lari, tanpa harus memakai outfit jersey yang mahal. Cukup dengan celana joging dan kaus bahan katun saja,” kata pria yang akrab disapa Rio ini.

Ia juga menambahkan, saat ini member yang tergabung di komunitas Run In Cotton sudah sekitar 200an orang.

“Dan yang ingin bergabung dengan kami, bisa langsung datang ke titik kumpul tiap hari Sabtu pagi di Alfamidi Panjaitan, atau datang ke Basecamp Run In Cotton di Temu Social Space. Syaratnya harus pakai kaus berbahan katun,” lanjutnya.

Komunitas Run In Cotton. Foto: istimewa

Member komunitas Run In Cotton, lanjut Rio, juga pernah mengikuti iven lari di luar Gorontalo, seperti BTN Jakim, Makassar Half Marathon, Borobudur Marathon.

“Selain itu juga iven di luar negeri seperti London Marathon, Standart Chartered Singapore dan Chicago Marathon,” ungkapnya.

Sementara untuk iven yang pernah dilaksanakan oleh komunitas Run In Cotton sendiri diantaranya Run In Cotton Vol.1, Vol.2, Run In Cotton Vol.3 yang berkolaborasi dengan beberapa coffee shop.

“Kita juga pernah dilibatkan sebagai Community Partner di iven Smartfren Fun Run 2025,” kata Rio.

Untuk informasi lebih lanjut buat yang ingin bergabung dengan komunitas dengan Tagline #Tidaadaciritamarijolari ini, bisa langsung kepoin atau DM media sosial mereka di instagram : @runincottongorontalo

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60