Pojok6.id (Kota Gorontalo) – Wali Kota Adhan Dambea mengungkapkan alasan menggelar aksi unjuk rasa damai di Bank SulutGo (BSG), karena ingin mekanisme untuk menyelesaikan tuntutan yang sudah disampaikan sebelumnya harus segera di selesaikan.
Hal itu disampaikan Adhan Dambea, saat diwawancara usai menggelar aksi unjuk rasa bersama ribuan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, Kamis (13/11/2025).
“Kami juga tahu, untuk memenuhi apa yang menjadi tuntutan kami yang sudah disampaikan sebelumnya itu ada mekanismenya. Kami berharap itu dipercepat, jangan di ulur-ulur,” kata Adhan.
Adhan menambahkan, saat ini Pemerintah Kota Gorontalo sangat butuh anggaran yang besar, untuk membangun Kantor Wali Kota yang baru di wilayah ex terminal Andalas.
“Karena kita pada posisinya sangat butuh. Seperti yang sering saya sampaikan, kita ada rencana untuk membangun Kantor Wali Kota yang baru,” ungkapnya.
Melalui kesempatan itu, Adhan juga menawarkan solusi kepada pihak BSG agar bagaimana teknisnya, pihak BSG memberikan pinjaman untuk membangun kantor baru, nanti pembayarannya di potong deviden.
“Kami ingin menawarkan ke BSG, jika BSG siap memberikan pinjaman untuk membangun kantor baru, dan pembayarannya di potong dari deviden milik Pemkot. Ini yang kami harapkan disikapi dengan bijak oleh BSG,” kata Adhan.
Di tempat yang sama, Pimpinan Wilayah Bank SulutGo Gorontalo, Rudiyanto Katili mengatakan, untuk menindaklanjuti tuntutan massa aksi pada unjuk rasa hari ini dan akan melaporkan semua tuntutan, serta hasil negosiasi dengan Tim Hukum dan perwakilan Pemkot Gorontalo, ke Kantor Pusat BSG di Manado.
“Intinya kami akan melaporkan hasil kesepakatan hari ini ke Kantor Pusat, termasuk apa yang menjadi tuntutan massa aksi pada unjuk rasa hari ini. Dan insyaa allah hari Senin akan kami hadirkan Direksi atau Komisaris BSG dari Kantor Pusat,” kata Rudiyanto.







