Rektor UNG Sampaikan Perlunya Pengembangan KEK di Indonesia Timur ke Presiden Jokowi

Rektor
Foto bersama Presiden Joko Widodo dengan Keenam Rektor Perguruan Tinggi se Indonesia. (Foto : Istimewa)

JAKARTA – Saat bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo, Universitas Negeri Gorontalo (), menyampaikan perlu adanya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia Timur.

Sebelumnya, Rektor UNG bersama 5 rektor lain diundang ke Istana Negara pada  Senin (19/10/2020).

“UNG adalah perguruan tinggi negeri yang berada di tengah-tengah kawasan Teluk Tomini, menjadi kewajiban kami memberikan policy brief kepada presiden untuk bisa memberikan perhatian kepada daerah ini untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus yang berbasis pedesaan” Ujar Eduart, disela-sela pertemuan dengan Presiden.

Read More

Eduart menilai banyak desa-desa di kawasan yang kaya ini masih berada di skala yang tertinggal. Jika melihat Indeks Data Membangun yang dirilis setiap tahun oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Ditambahkan Eduart, UNG bersama Kemendes PDTT sedang menjalin kerjasama dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus berbasis pedesaan di Teluk Tomini. Dengan harapan kawasan ini menjadi buffer (peyangga) sosial-ekonomi bagi rencana pemindahan Ibukota Negara di Kalimantan.

“Jika Ibukota dipindahkan ke Kalimantan, maka kawasan di sekitar Ibukota mau tidak mau harus ikut dipersiapkan dari sekarang. Jangan sampai jika nanti Ibukota pindah kawasan terdekat malah hanya menjadi beban bagi Ibu kota baru” Terang Eduart.

Untuk itu dikatakan Eduart, presiden dalam arahannya telah menyampaikan siap mendukung pengembangan kawasan-kawasan yang memiliki potensi ekonomi di Indonesia, yang selama ini belum terkelola dengan baik. Dan Sebagai anggota dari Forum Rektor Indonesia tentunya niat baik Presiden dan upaya FRI sebagai wadah perguruan tinggi di Indonesia. Yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut dirinya mengucapkan terima kasih.(Rilis/aan)

Related posts