Rektor UNG Besuk Korban Mahasiswa KKN Desa Dunggilata yang Selamat

Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok (kemeja putih) saat membesuk salah satu korban mahasiswa KKN Desa Dunggilata yang selama atas nama Fiqri Fariz K. Pakaya di RSUD. Aloei Saboe. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (UNG) – Musibah yang menimpa sekelompok mahasiswa KKN Jurusan Teknik Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Gorontalo (FMIPA UNG) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, langsung mendapat perhatian khusus dari Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok.

Pasalnya usai mendapatkan kabar tersebut, Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok yang disela-sela kegiatan Rapat koordinasi (Rakor) bersama Mendiktisaintek di Jakarta itu, segera langsung bertolak kembali ke Gorontalo.

Setibanya di Bandara Udara Djalaludin Gorontalo, Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok kemudian segera menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Aloei Saboe, tempat salah satu korban mahasiswa KKN Desa Dunggilata yang selamat di rawat.

Read More
banner 300x250

Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok menyampaikan, bahwa hal ini merupakan bentuk kepedulian pimpinan UNG yang mendalam terhadap mahasiswa yang menjadi korban, saat melaksanakan tugas penelitian dalam program KKN terintegrasi MBKM.

“Dari tujuh mahasiswa yang selamat, dua tengah dirawat di rumah sakit untuk proses pemulihan, karena memang mengalami cedera, satu ada di RSUD. Tombulilato dan satu di RSUD. Aloei Saboe. Sedangkan lima lainnya alhamdulillah sudah bisa untuk kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Prof. Eduart.

Kepada seluruh mahasiswa korban selamat, ia menekankan bahwa pihak universitas akan terus melakukan pemantauan. Sebab rehabilitasi pasca tragedi ini akan terus dikedepankan, sebagai bagian dari komitmen dan tanggung jawab UNG terhadap para korban.

“Terlepas dari musibah yang terjadi, tentunya ini menjadi peringatan bagi UNG untuk bisa lebih meningkatkan keamanan mahasiswa yang sedang berkegiatan di lapangan,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Eduart juga menyampaikan duka cita yang mendalam untuk tiga mahasiswa yang meninggal dunia akibat musibah tersebut. Sebab musibah ini bukanlah sesuatu yang diinginkan atau bahkan diduga oleh mahasiswa yang tengah menjalankan tugas penelitian.

“Mohon do’a dari seluruh masyarakat untuk mereka yang gugur saat menuntut ilmu ini, insyaallah diberikan khusnul khotimah dan memperoleh tempat terbaik,” pungkasnya.

Diketahui usai membesuk korban mahasiswa KKN yang selamat, Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok didampingi pimpinan universitas kemudian akan melanjutkan kunjungan takziah ke rumah duka Regina Malaka (Korban) di Marisa, Kabupaten Pohuwato. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60