Oknum Mahasiswa Diduga Memeras Perwira Polisi Gorontalo

T, oknum mahasiswa yang diamankan oleh Polres Gorontalo karena diduga pemerasan terhadap seorang perwira polisi.(Foto : AA)

GORONTALO dari Polres Gorontalo mengamankan seorang oknum dengan dugaan terhadap seorang perwira polisi.

Kapolres Gorontalo, AKBP Dafcoriza mengatakan kasus ini bermula pada tanggal 18 Oktober 2019.  Permintaan uang itu diawali dari pembicaraan telpon dan chating, oknum mahasiswa itu mengungkapkan rencana melaksanakan aksi unjuk rasa pada hari Sabtu 19 Oktober 2019 kepada seorang perwira polisi.

“Demo tersebut tentang pemerintahan sekarang “ Ujar Dafcoriza, Sabtu (19/10/2019).

Read More

Ia mengungkapkan uang yang diminta oleh oknum mahasiswa itu sebesar 5 juta rupiah.

Menurut Dafcoriza unjuk rasa yang akan digelar itu tidak sesuai prosedur karena surat pemberitahuan diserahkan ke polisi sehari sebelum pelaksanaan. Padahal sesuai aturan, pemberitahuan unjuk rasa dilakukan tiga hari sebelum pelaksanaan.

“ kasusnya masih kami dalami,jika memenuhi unsur akan kami naikkan ke penyidikan “ Imbuh Dafroriza.

Sementara itu, T   oknum mahasiswa yang diduga memeras polisi mengungkapkan apa yang dilakukan hanya mengikuti arahan dari rekannya berinisial M. M diketahui menjabat sebagai presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) salah satu perguruan tinggi di Gorontalo.

Berbeda dengan pernyataan Kapolres Gorontalo, T menyebut aksi yang digelar tentang  menuntut transparansi pengungkapan kasus tewasnya dua mahasiswa di Kendari Sulawesi Tenggara yang diduga melibatkan oknum polisi.

T mengatakan saat itu memang ada imbauan dari Kasat Intel Polres Gorontalo agar aksi hari sabtu 19 Oktober 2019 ditunda hingga Senin 21 Oktober 2019. Imbauan itu diteruskan ke rekannya M sebagai Presiden BEM namun dibalas untuk tetap melakukan aksi pada hari Sabtu.

“saat pulang, saya di Whatsupp oleh dia (M) yang memberitahukan bagaimana aksi ditunda namun perangkat aksi misalnya konsumsi dan sound system itu bisa dipikirkan oleh pak kasat.Lalu saya Whatsupp  pak kasat dan beliau tanyakan berapa semua” Urai T.

T mengakui kembali berkomunikasi dengan M untuk menanyakan berapa nominal uang yang diminta ke kasat intel.

“sekitar 5 jutaan.semua yang keluar dari mulut saya itu atas suruhan presiden BEM “ tegasnya. (AA)

 

Related posts