FEB UNG Hadirkan Pakar Internasional, Kupas Ketidakpastian Ekonomi Global hingga Isu Lingkungan

Kegiatan Guest Lecture “Global Economic Uncertainty, Trade Dynamics, and Environmental Challenges” FEB UNG. (Foto: Istimewa)

Pojok6.id (UNG) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (FEB UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat wawasan global mahasiswa, melalui kegiatan guest lecture bertajuk “Global Economic Uncertainty, Trade Dynamics, and Environmental Challenges”.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internasional, yakni Thinzar Win dan Kabiru Hannafi Ibrahim, yang mengupas berbagai isu strategis, terkait dinamika ekonomi global dan dampaknya terhadap lingkungan, yang disampaikan secara daring.

Dalam pemaparannya, Thinzar Win menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global kini telah menjadi karakter utama dalam sistem ekonomi dunia. Fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari dampak pandemi COVID-19, konflik geopolitik, hingga fluktuasi suku bunga internasional.

Read More

Menurutnya, kondisi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap investasi, perdagangan, serta stabilitas kebijakan ekonomi, khususnya di negara berkembang. Negara dengan kategori emerging economies dinilai lebih rentan karena tingginya ketergantungan terhadap perdagangan internasional dan arus investasi asing.

“Ketidakpastian global dapat memicu penurunan investasi, pelemahan nilai tukar, hingga peningkatan inflasi yang pada akhirnya memengaruhi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kabiru Hannafi Ibrahim menyoroti keterkaitan antara perdagangan internasional dan isu lingkungan, melalui konsep Pollution Haven Hypothesis. Ia mengungkapkan bahwa negara maju cenderung memindahkan industri berpolusi tinggi ke negara berkembang yang memiliki regulasi lingkungan lebih longgar.

Menariknya, ia juga menambahkan bahwa perdagangan barang berkontribusi terhadap peningkatan polusi, sedangkan perdagangan jasa justru berpotensi menekan emisi melalui pemanfaatan teknologi yang lebih efisien.

Sementara itu, Dekan FEB UNG, Raflin Hinelo, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam memperluas perspektif global mahasiswa.

“Ketidakpastian ekonomi global bukan hanya isu makro, tetapi memiliki implikasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari peluang kerja, stabilitas harga, hingga arah kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Dekan I Bidang Akademik FEB UNG, Irawati Abdul, juga menekankan bahwa pentingnya integrasi antara isu perdagangan dan lingkungan dalam kajian ekonomi modern.

“Issue perdagangan tidak bisa dipisahkan dari dampak lingkungan. Mahasiswa perlu memiliki perspektif komprehensif agar mampu merumuskan solusi ekonomi yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan global,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh mahasiswa dan dosen FEB UNG. Melalui guest lecture ini, FEB UNG menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis isu global sekaligus memperkuat kapasitas akademik mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan. (Adv)

Related posts