Pojok6.id (UNG) – Upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, terus dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG). Melalui mahasiswa Profesi Dokter stase Ilmu Kedokteran Kegawatdaruratan dan Kebencanaan (IKKB), FK UNG menggelar sosialisasi mitigasi gempa bumi dan pelatihan penanganan awal korban bencana, bagi siswa MTsN 1 Kota Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung di aula MTsN 1 Kota Gorontalo tersebut, berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para siswa. Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga diajak mempraktikkan langsung berbagai teknik penyelamatan diri dan pertolongan pertama saat terjadi bencana.
Sebagai negara yang berada di jalur cincin api dunia (Ring of Fire), Indonesia memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana alam, termasuk gempa bumi. Kondisi tersebut mendorong pentingnya edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi kelompok strategis dalam membangun ketangguhan masyarakat di masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa profesi dokter memberikan pemahaman tentang langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi. Materi disampaikan dengan metode yang komunikatif dan mudah dipahami, sehingga siswa dapat mengikuti setiap sesi dengan baik.
Para siswa dibekali pengetahuan mengenai pentingnya mengenali jalur evakuasi, menentukan titik kumpul yang aman, hingga teknik perlindungan diri ketika gempa terjadi. Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan dasar penanganan korban bencana, seperti teknik bebat tekan untuk menghentikan perdarahan, pemasangan bidai pada cedera tulang, serta cara evakuasi korban secara sederhana dan aman.
Wakil Dekan FK UNG, dr. Zuhriana K. Yusuf, menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan merupakan bagian penting, dalam membentuk kesiapsiagaan masyarakat sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa profesi dokter tidak hanya belajar secara klinis di rumah sakit, tetapi juga berperan aktif, dalam pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan dan kebencanaan. Kami berharap siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar, yang dapat digunakan ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan pertama dan memahami prosedur mitigasi bencana, dapat menjadi bekal berharga bagi siswa untuk melindungi diri sendiri, maupun membantu orang lain saat terjadi keadaan darurat.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kota Gorontalo, Dr. H. Rommy Bau, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi inisiatif FK UNG, yang menghadirkan edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dan bermanfaat, dalam meningkatkan kesadaran serta kesiapan siswa menghadapi berbagai potensi bencana.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan langsung oleh siswa. Kami berharap kerja sama edukasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga budaya siaga bencana semakin tertanam di lingkungan sekolah,” ungkapnya. (Adv)








