Pojok6.id (Gorontalo) – Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), khususnya tanaman aren, menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan HHBK di Kabupaten Boalemo, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Hutan (BRPH) Kementerian Kehutanan tersebut, akan berlangsung pada 26–28 Agustus 2026. Pelaksanaannya didampingi Penasehat Utama Menteri (PUM) Kementerian Kehutanan, Dr. Willi Smith.
FGD melibatkan Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XIV Palu bersama tim, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, serta KPH Wilayah V Boalemo dan KPH Wilayah IV Gorontalo Utara bersama tim.
Kepala Bidang Perencanaan, Pemanfaatan Hutan dan KSDAE DLHK Provinsi Gorontalo, Sjamsul Bahri, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi dan mengembangkan potensi HHBK yang terdapat di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
“Melalui kegiatan ini, kita dapat mengidentifikasi berbagai potensi, sekaligus memperoleh masukan untuk pengembangan dan pemanfaatannya ke depan,” ujar Sjamsul.
Pelaksanaan FGD pada hari pertama dipusatkan di KPH Wilayah V Boalemo. Sejumlah agenda dilaksanakan, diawali dengan penyampaian deskripsi mengenai HHBK aren yang terdapat di wilayah KPH V Boalemo, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan alat destilasi bioetanol.
Selain itu, tim juga melakukan diskusi bersama Kelompok Tani Gula Aren di Dusun Mebongo, Desa Botumoito, Kabupaten Boalemo, serta melakukan peninjauan lapangan di Kelompok Tani Hutan (KTH) Hutan Kemasyarakatan (HKm) Damai, Kecamatan Botumoito, yang merupakan kelompok binaan KPH Wilayah V Boalemo.
Dari hasil peninjauan dan diskusi lapangan, PUM Kementerian Kehutanan Dr. Willi Smith menyampaikan sejumlah saran dan masukan, terkait pengembangan potensi aren di wilayah KPH V Boalemo.
Masukan tersebut antara lain berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas dan optimalisasi pemanfaatan tanaman aren, sehingga potensi HHBK yang tersedia dapat dikembangkan secara lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan FGD Pengembangan HHBK selanjutnya akan dilaksanakan di cluster lokasi KPH Wilayah IV Gorontalo Utara. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, KPH, dan kelompok masyarakat dalam pengembangan HHBK yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, pengelolaan HHBK diharapkan dapat terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan sekaligus mendukung peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. (Adv)








