Gubernur Gorontalo Komitmen Terus Gunakan Produk Dalam Negeri

produk dalam negeri
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Sekdaprov Gorontalo Darda Daraba, Kaban Keuangan Danial Ibrahim dan Kepala Biro Pengadaan Sultan Kalupe saat tiba di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua Bali, Jumat (25/03). Foto – Zakir BPG

Pojok6.id (Gorontalo) Rusli Habibie jauh-jauh hari telah berkomitmen untuk terus memakai produk dalam negeri. Hal ini terlihat dari diterbitkannya SK Gubernur tentang pembentukan tim peningkatan penggunaan di lingkungan . Hal tersebut sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, pada Rakornas pemanfaatan produk dalam negeri, dalam rangka Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Ballroom Hotel Grand Hyatt Nusa Dua Bali, Jumat (25/03/2022), yang dihadiri langsung oleh Gubernur .

Dalam arahannya Presiden Jokowi mengajak masyarakat menggunakan barang buatan dalam negeri atau buatan UMKM termasuk Kementrian dan Lembaga, Pemerintah seluruh Indonesia. Bagi Jokowi, penggunaan barang dalam negeri dengan APBN-APBD dapat memicu terdongkaraknya perekonomian dalam negeri . Bahkan presiden sempat menyebut bodoh jika hal tersebut tidak dilakukan.

“Paling gampang kita lakukan adalah bagaimana APBN, APBD dan anggaran BUMN itu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita sendiri. Caranya yah kita harus memiliki keinginan yang sama untuk membeli, untuk bangga, pada buatan kita sendiri, bangga buatan Indonesia,” kata Jokowi

Read More
banner 300x250

Jokowi juga meminta agar kementerian dan pemda tidak melanjutkan tradisi untuk membeli barang-barang impor. Menurutnya membeli barang impor sama artinya dengan memberi pekerjaan ke negara lain.

“Beli barang-barang impor mau kita terus-teruskan? Ndak. Ndak bisa. Bayangkan bapak ibu kita beri pekerjaan ke negara lain, duit kita, capital outflow keluar, pekerjaan ada di sana, bukan di sini. Tidak usaha cari investor, kita diam saja tapi kita konsisten membeli barang yang diproduksi oleh pabrik kita sendiri, industri kita, UMKM kita. Ini kok tidak kita lakukan? bodoh sekali kita, kalau tidak melakukan ini,”tegasnya.

Sementara itu, untuk Provinsi Gorontalo sendiri guna memberikan penguatan terhadap UMKM dan penggunaan produk dalam negeri, Pemprov Gorontalo sudah menggunakan Aplikasi “Bela Pengadaan (Belanja Langsung Pengadaan) melalui POTALI (Pasar Online Gorontalo Lipu’u). Sejumlah 34 OPD telah tergabung di Bela Pengadaan. Terdapat dua market place yang digunakan yakni Grab dan Mbizmarket. Marketplace Pemprov Gorontalo sendiri peringkat ketiga secara nasional.

Total transaksi di Marketplace sebanyak 1.386 transaksi melalui Bela Pengadaan sebesar Rp.8,453,311,117, sampai dengan 10 Maret 2022. Dengan pagu pengadaan Pemprov Gorontalo Tahun Anggaran 2022 Sebesar Rp.1,033,407,575,485 dengan presentase perbandingan 55,70 persen atau sebesar Rp.575,612,154,706. (adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60