Pojok6.id (UNG) – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pendidikan daerah, melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pendidikan Berbasis Kawasan: Menyatukan Aspirasi, Mewujudkan Inspirasi” dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Dekan FIP UNG, Prof. Arwildayanto, menjelaskan bahwa FGD tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi, dalam menghadirkan solusi strategis bagi pembangunan pendidikan di Gorontalo.
“Kami berharap forum yang sangat mulia ini bisa menghasilkan dokumen penyusunan policy brief dan road map pendidikan berbasis kawasan. Kami juga berharap kepala-kepala dinas dan stakeholder yang menjadi mitra FIP UNG, dapat memberikan dukungan data terkait produk-produk yang ingin kita lahirkan sebagai bentuk komitmen UNG sebagai kampus berdampak, terutama di kawasan Teluk Tomini,” ujar Arwildayanto.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut tidak berhenti pada satu forum saja. Pertemuan itu akan ditindaklanjuti dengan pengumpulan data dan diskusi teknis bersama dinas pendidikan, untuk menghasilkan dokumen kebijakan yang lebih komprehensif dan berbasis kebutuhan daerah.
“Turunan dari kegiatan ini akan kami agendakan pada bulan berikutnya, untuk mendapatkan data-data yang akurat dari masing-masing Dinas Pendidikan. Nantinya kami akan kembali mengundang secara teknis untuk melahirkan policy brief, maupun road map pendidikan 2026–2030,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, menyebutkan bahwa pendidikan berbasis kawasan menjadi identitas, sekaligus nilai pembeda UNG. Sebab, pengembangan kawasan merupakan arena strategis yang sejalan dengan visi UNG, dalam membangun inovasi berbasis potensi daerah.
“UNG saat ini sedang bersiap untuk menginternasionalisasi universitas. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan differential value atau nilai pembeda dengan universitas lain. Pendidikan berbasis kawasan menjadi salah satu ciri khas UNG,” jelas Harto Malik.
Mewakili pimpinan universitas, ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh civitas akademika FIP UNG, yang telah menggagas forum strategis tersebut sebagai wadah menyatukan aspirasi berbagai pihak, demi kemajuan pendidikan daerah.
Selain pelaksanaan FGD, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku serta penandatanganan perjanjian kerja sama, antara FIP UNG bersama Dinas Pendidikan kabupaten/kota sebagai upaya memperkuat sinergi pembangunan pendidikan di Provinsi Gorontalo. (Adv)








