Gelar FGD, Bappeda Provinsi Gorontalo Bahas Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya

Kegiatan FGD Data Talk Bappeda Garden terkait Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya Terhadap Lingkungan, Sosial dan Ekonomi, yang berlangsung di halaman Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo, kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Data Talk Bappeda Garden, dengan mengusung tema pembahasan “Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya Terhadap Lingkungan, Sosial dan Ekonomi”, Rabu (5/11/2025), di halaman Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bappeda Provinsi Gorontalo, Titi Datau, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pada kajian kali ini membahas terkait dengan pengelolaan tambang mineral bukan logam, yang ada di kawasan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango.

“Memang tadinya kita mau juga di beberapa kawasan, cuman memang setelah kami survei ke lokasi, itu kita memutuskan agar fokus di kawasan ini, karena supaya nantinya hasilnya itu lebih komprehensif yang memang bisa dikenali permasalahannya, serta kita bisa carikan bersama-sama solusi apa yang harus kita lakukan,” ungkap Titi.

Read More
banner 300x250

Selain itu, kata Titi, setelah melakukan survei dan turun lapangan bersama tim peneliti, pihaknya menemukan masih banyak hal yang perlu menjadi perhatian serius, baik dari segi dampak terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

“Terutama terkait sosial masyarakat yang juga harus menjadi perhatian. Kadang-kadang kita sering luput dari permasalahan-permasalahan sosial, yang memang sebenarnya menjadi inti dari permasalahan maupun dampak yang timbul di sekitar kawasan botubarani ini,” jelasnya.

Sementara itu, ketua tim peneliti, Raghel Yunginger menekankan, bahwa kajian ini menjadi penting. Dimana terkait persoalan ini tidak bisa hanya dilihat dari satu sektor saja, tetapi harus dilihat dari berbagai sektor maupun perspektif dari masyarakat, sehingga nantinya akan melahirkan hasil yang terbaik dan sustainable (berkelanjutan).

“Kta berharap dari kajian Ini adalah bagaimana investasi tambangnya tetap jalan sustainable, tetapi juga meminimalisir dampak terhadap lingkungan kebutuhan dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena di satu sisi tambang mineral bukan logam ini juga penting, karena ini menjadi lumbung material untuk kebutuhan infrastruktur, kalau tidak ada itu kita mau kemana,” pungkasnya.

Kajian ini sekaligus menjadi upaya untuk mendukung program Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur, Idah Syahidah Rusli Habibie, terutama dalam memperkuat tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan, serta memastikan praktik pertambangan mineral bukan logam berjalan berkelanjutan serta selaras dengan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60