Berkunjung ke Museum Purbakala, Peserta Peran Saka Nasional Dikenalkan Sejarah Gorontalo

Para peserta Peran Saka Nasional 2025 anggota pramuka Saka Widya Budaya Bakti saat dikenalkan dengan sejarah dan tokoh pahlawan Gorontalo yang ada di Museum Purbakala Provinsi Gorontalo. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Anggota pramuka penegak dan pandega peserta Peran Saka Nasional Tahun 2025, yang tergabung dalam anggota pramuka Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) dari berbagai daerah, melakukan kunjungan ke Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Selasa (4/11/2025).

Kunjungan ke Museum Purbakala Provinsi Gorontalo tersebut, merupakan salah satu krida dari 7 krida yang ada pada Satua Karya (Saka) Widya Budaya Bakti, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Pimpinan Saka Widya Budaya Bakti Daerah Gorontalo, Suleman Haridji mengungkapkan, bahwa kegiatan kunjungan ke Museum Purbakala ini, menjadi salah satu agenda kegiatan yang dilaksanakan dalam  kegiatan Peran Saka Nasional 2025, yang akan berlangsung dari tanggal 2 sampai 9 November 2025.

Read More
banner 300x250

“Jadi dalam kesempatan ini, kami mengambil bagian untuk melaksanakan kegiatan di luar Bumi Perkemahan (Buper). Karena memang untuk SWBB ini berhubungan dengan Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga kami memilih Museum, karena UPTD Museum ini berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo,” ungkap Suleman.

Berliana Nur Regita Hanafi, peserta kontingen asal Kwartir Daerah Jawa Timur, mengaku sangat senang bisa mengenal sejarah dan budaya yang ada di Gorontalo. Menurut Berliana, daerah Gorontalo memiliki sejarah yang unik, dan berbagai budaya, tokoh serta makanan khas tradisional, yang masih terjaga sampai dengan sekarang.

“Yang buat saya terkejut itu, ternyata saya baru tahu, kalau Gorontalo ini adalah daerah yang pertama kali memproklamirkan kemerdekaan, yaitu pada tanggal 23 Januari 1942,” ucap Berliana.

Sementara itu, Kepala UPT Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Mely Mohamad, turut menyampaikan apresiasi kepada panitia Peran Saka Nasional 2025. Bagi Mely, kunjungan peserta Peran Saka Nasional yang berasal dari berbagai daerah ini, sekaligus menjadi ajang untuk mengenalkan sejarah dan kebudayaan yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Kita bisa lihat mereka sangat antusias. Sehingga kita berharap melalui kegiatan ini bisa menambah pengetahuan mereka, terkait dengan sejarah, kemudian budaya, tokoh pahlawan serta tempat-tempat bersejarah dan makanan khas tradisional Gorontalo,” harapnya.

Diketahui selain mengenal sejarah dan budaya Gorontalo, para peserta Peran Saka Nasional 2025 juga diberikan kesempatan untuk mencoba membuat kue tradisional Gorontalo, yaitu Dumalo dan Diniyohu.

Sementara untuk kunjungan ke Museum Purbakala Provinsi Gorontalo ini, akan diikuti sebanyak 108 anggota Saka Widya Budaya Bakti, yang dibagi dalam dual sesi, dimana kunjungan pertama sebanyak 49 anggota dan kunjungan kedua sebanyak 59 anggota.

Selain itu, para anggota Saka Widya Budaya Bakti juga akan melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah yang ada di Gorontalo, seperti Benteng Otanaha dan Pendaratan Pertama Ir. Soekarno. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60