Workshop Konselor Sebaya : Wujudkan Lingkungan Kampus Sehat Mental dan Emosional

Workshop Konselor Sebaya yang digelar Universitas Negeri Gorontalo (UNG). (Foto: Humas UNG)

Pojok6.id (UNG) – Mewujudkan lingkungan kampus yang lebih suportif secara mental dan emosional, merupakan salah satu komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam memberikan kenyamanan bagi mahasiswa.

Bentuk komitmen tersebut dengan membentuk kader konselor mahasiswa, melalui kegiatan Workshop Konselor Sebaya dengan tema membangun dukungan yang bermakna, untuk teman sebaya.

Kepala UPA Bimbingan dan Konseling UNG, Idriyani Idris mengatakan, bahwa program ini bertujuan menyiapkan mahasiswa sebagai garda terdepan, dalam membantu mengatasi tantangan psikologis yang dihadapi sesama mahasiswa. Mahasiswa yang mengikuti pelatihan, diharapkan dapat mengambil peran penting sebagai garda terdepan di setiap fakultas, dalam memberikan layanan keterampilan dasar konseling dan mentoring sesama mahasiswa.

Read More
banner 300x250

“Program ini adalah wujud komitmen UNG, untuk mewujudkan lingkungan kampus yang sehat secara mental dan emosional. Kami ingin melatih mahasiswa untuk membantu upaya mengatasi permasalahan kesehatan mental, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Abdul Hafidz Olii menyebutkan, bahwa workshop Konselor Sebaya, sejalan dengan visi UNG sebagai kampus unggul dan berkarakter. Menurutnya, kesehatan mental merupakan aspek fundamental yang mendukung keberhasilan akademik dan pengembangan diri mahasiswa.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus kuat secara mental dan emosional. Melalui kegiatan ini, UNG berupaya menciptakan sistem pendampingan yang lebih manusiawi dan berempati, di mana mahasiswa saling mendukung satu sama lain,” kata Hafidz.

Selain itu, menurut Hafidz keberadaan konselor sebaya di lingkungan kampus, akan memperkuat ekosistem kesejahteraan mahasiswa.

“Dengan adanya para konselor sebaya, mahasiswa tidak akan merasa sendirian ketika menghadapi tekanan akademik atau persoalan pribadi,” tandasnya. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60