Pojok6.id (UNG) – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi di dunia pendidikan tinggi. Terobosan terbaru yang kini digaungkan adalah membuka peluang bagi mahasiswa untuk lulus tanpa melalui jalur skripsi, dengan syarat menghasilkan karya atau prestasi yang dinilai setara sebagai tugas akhir.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya UNG dalam menjawab dinamika perubahan di masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi lingkungan.
Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok, menegaskan bahwa kampus memberikan ruang luas bagi mahasiswa, untuk mengembangkan potensi melalui karya inovatif. Menurutnya, capaian prestasi maupun karya nyata yang berdampak dapat menjadi alternatif pengganti skripsi konvensional.
“Mahasiswa didorong untuk tidak hanya fokus pada penyelesaian skripsi, tetapi juga menghasilkan karya fenomenal yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Prof. Eduart.
Implementasi kebijakan ini telah terbukti melalui salah satu wisudawan Fakultas Kedokteran UNG, Taufiqullah Dzaki Baruwadi, yang berhasil lulus tanpa skripsi. Ia dinilai memiliki karya dan prestasi yang setara dengan tugas akhir, sehingga layak dikukuhkan sebagai sarjana.
UNG berharap kebijakan ini dapat memotivasi lebih banyak mahasiswa untuk menghadirkan inovasi, karya kreatif, maupun prestasi di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal perubahan paradigma pendidikan tinggi, dari sekadar penyelesaian tugas akademik menuju penciptaan karya yang aplikatif dan berdampak. Dengan demikian, lulusan tidak hanya membawa gelar, tetapi juga rekam jejak kontribusi nyata bagi masyarakat. (Adv)








