Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia, Kapan Gorontalo Terima Suplai Vaksin ?

Sekolah
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Misranda Nalole saat diwawancarai dalam sebuah kesempatan. Dalam pembukaan kembali aktifitas belajar di sekolah, ia berharap peran seluruh elemen dalam upaya pencegahan Covid-19.(Foto : Istimewa)

GORONTALO – Provinsi Gorontalo belum  termasuk kedalam 10 Provinsi yang akan menerima pembagian vaksin virus corona (Covid-19) untuk tahap pertama.

Sebelumnya, dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika disebutkan sebanyak 1,2 juta -19 buatan Sinovac sudah tiba di Indonesia. Vaksin tersebut dibawa menggunakan Pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 777-300ER dan tiba di bandara Soekarno-Hatta, Minggu (6/12/2020) pukul 21.22 WIB.

“Info yg kami terima dari kementerian bahwa Gorontalo belum termasuk di 10 Provinsiang akan disuplai vaksin pada tahap pertama.Dan 10 provinsi tahap pertama yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulsel,Riau,Sumatera Barat, Kaltim,Sumatera Utara dan Kalsel,” kata Misranda Nalole, Plt Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo

Read More

Misranda mengungkapkan, Gorontalo tetap akan mendapatkan suplai vaksin covid-19 namun untuk menerima vaksin itu ada beberapa tahap yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Mungkin nanti tahap kedua. Yang jelas kami dapat jatah  vaksin, karena vaksin tersebut tidak serta merta disuplai begitu saja, kemarin sudah ada surat-surat ke masing-masing provinsi untuk mengingatkan kita untuk mengecek lagi dari semua sasaran yang sudah disampaikan ke pemerintah provinsi, dan melatih tenaga-tenaga kesehatan melalui vikon,”

Ia menambahkan, yang akan menjadi prioritas untuk diberikan vaksin covid-19 itu adalah mereka yang bekerja di instansi layanan publik.

“Jadi semua yang divaksin itu, tenaga kesehatan yang utama, kemudian TNI-POLRI, Guru-guru, dan itu sudah ada sasaran yang disampaikan. Jadi Kabupaten/Kota itu tinggal mendata sasaran yang sudah disampaikan oleh Kementrian Kesehatan. Misalnya begini ya, di tenaga kesehatan itu sejumlah 10000 orang, jadi siapa-siapa yang akan divaksin dari 10000 itu,” Pungkasnya.(Jar)

Related posts