Upaya Pencegahan Untuk Mengurangi DBD

Pencegahan
Ilustrasi demam berdarah. Foto: halodoc.com

GORONTALO – Dalam menanggulangi tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (),  yang harus dan penting dilakukan adalah upaya pencegahan. Hal itu diungkapkan  Irma Cahyani selaku Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan (Dikes) .

Irma mengatakan DBD merupakan virus yang dapat menyebabkan kematian, sehingga upaya yang paling baik adalah upaya pencegahan. Pencegahan pun harus dilakukan berkelanjutan, karena virus DBD erat kaitanya dengan kehidupan masyarakat.

“Nanti sudah ada kasus, nanti sudah musim hujan baru mulai lagi pembersihan sarang nyamuk. Harusnya pembersihan sarang nyamuk ini juga harus continue, mau musim panas, mau musim hujan,” kata Irama saat ditemui di kantornya.

Read More

Ia juga mengatakan, untuk meminimalisir jentik nyamuk penyebab DBD, pihaknya membuat program satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Program dimaksudkan agar masyarakat dapat memantau sendiri jentik nyamuk di sekitar  lingkungan rumahnya masing-masing.

“Jadi di setiap rumah itu harus ada satu yang harus diberikan tugas (memantau tempat-tempat tumbuhnya jentik nyamuk). Kamu punya tugas masing-masing, periksa jentik setiap minggu di semua penampungan air,” katanya.

Selain program jumantik, ia juga mengatakan Dinas Kesehatan menghimbau untuk melakukan 3M Plus atau kegiatan menguras, menutup dan menyingkirkan atau mendaur ulang barang bekas.

“Jadi yang paling efektif adalah di pemberantasan  dengan 3M Plus itu. 3M Plus ini sebenarnya bagus sekali dan sudah dari dulu” katanya.

Kegiatan pencegahan 3M Plus ini menurut Irma sangat penting dilakukan, karena setiap penampungan air atau genangan air di wadah-wadah yang tidak terpakai dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Dan telur nyamuk juga dapat bertahan sampai 6 bulan sehingga kegiatan 3M Plus harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Telur nyamuk itu bisa bertahan sampai 6 bulan, jadi itu bak (penampungan air) misalnya habis itu air 6 bulan tidak dipakai, begitu musim hujan terisi air, menetas dia. Bisa bertahan sampai 6 bulan itulah mengapa, setiap musim hujan mulai banyak nyamuk,” katanya.

Lebih lanjut Irma mengatakan, upaya pencegahan lain yang harus dilakukan adalah menanam tumbuh-tumbuhan yang tidak disukai nyamuk, seperti menanam serai, bunga lavender, bunga geranium dan kemangi. (IYS)

Related posts