Semarak Siswa-siswi Gorontalo Tampil di Pagelaran dan Pementasan GSMS 2025

Siswa-siswi SMKN 5 Kota Gorontalo saat tampil di Pagelaran dan Pementasan Hasil Karya GSMS 2025 dengan membawakan Tarian "Mohuyula" atau Gotong Royong. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Pagelaran dan pementasan hasil karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo melalui Bidang Kebudayaan, Sabtu (1/11/2025), di Ballroom Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, berlangsung dengan semarak.

Kegiatan yang dibuka secara langsung Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie tersebut, diikuti sebanyak 5 sekolah diantaranya yakni, SMK Negeri 5 Kota Gorontalo, SMK Negeri 2 Limboto, SMK Negeri 3 Kota Gorontalo, SMK Negeri Model Kota Gorontalo dan SMA Negeri 1 Limboto.

Dalam pagelaran GSMS tersebut, para Siswa-siswi dari perwakilan sekolah tampil dengan sangat antusias, menampilkan penampilan terbaiknya, mulai dari seni tarian, musik, paduan suara dan drama, yang mengandung makna mendalam akan kebudayaan tradisional dan keberagaman bangsa.

Read More
banner 300x250

Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Kota Gorontalo, Farida Helingo, menyampaikan ucapa terima kasih, kepada seluruh pihak, khususnya Dikbud Provinsi Gorontalo. Ia mengaku sangat bersyukur, setelah sekian lama, akhirnya SMKN 5 Kota Gorontalo mendapatkan kesempatan menjadi salah satu sekolah yang terpilih, dalam mengikuti pagelaran dan pementasan hasil karya GSMS tahun ini.

“Alhamdulillah tahun ini menjadi rezeki kami. Sehingga kami sangat berharap mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berlanjut, karena dengan adanya program GSMS ini, bisa memfasilitasi serta menjadi wadah bagi anak didik kami, khususnya mereka yang memiliki kompetensi ataupun jiwa-jiwa seni,” harap Farida.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Provinsi Gorontalo, Dewi Fatmawati Talani mengungkapkan, bahwa memang pada tahun sebelumnya untuk GSMS Provinsi Gorontalo mendapatkan kuota sebanyak 23 sekolah, dan untuk tahun ini hanya mendapatkan kuota sebanyak 5 sekolah.

“Karena ini memang ada kebijakan dari pusat, tetapi alhamdulillah Provinsi Gorontalo tetap selalu mendapatkan bagian, dari berbagai Provinsi dan Kabupaten/Kota yang terpilih sebagai pelaksana GSMS,” ujar Dewi.

Selain itu, kata Dewi, antusias sekolah-sekolah di Gorontalo untuk mengikuti GSMS ini sangat besar. Namun pihaknya tetap melakukan seleksi sekolah-sekolah yang memiliki potensi dalam mendukung GSMS, dan membantu sekolah-sekolah yang kekurangan guru-guru seni budaya.

“Kami berharap semoga dari Direktorat Jenderal Kebudayaan yang membidangi GSMS dan Kementerian Kebudayaan, masih bisa memberikan kesempatan kepada Provinsi Gorontalo sebagai pelaksana GSMS. Karena memang dari 2017 sampai dengan 2025 ini, Gorontalo terus menjadi pelaksana GSMS,” pungkasnya. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60