Semarak Hardiknas 2026, Museum Purbakala Provinsi Gorontalo Gelar Lomba Edukatif Kultural

Pelepasan balon oleh Kabid Kebudayaan, Roni R. Mamu didampingi Kepala UPTD Museum bersama anak-anak PAUD menandai dibukanya Lomba Edukatif Kultural Museum di UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo melalui UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo menggelar Lomba Edukatif Kultural Museum. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Dikbud Provinsi Gorontalo, yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Roni R. Mamu, Selasa (5/5/2026).

Dalam sambutannya, Roni R. Mamu menegaskan bahwa momentum Hardiknas harus dimanfaatkan sebagai sarana pembentukan karakter, sekaligus peningkatan pemahaman budaya bagi generasi muda. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran museum dalam dunia pendidikan.

“Museum memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi publik, yang menghadirkan pengalaman belajar secara langsung, kontekstual, dan menyenangkan. Ini adalah wujud nyata optimalisasi fungsi museum sebagai sarana pendidikan nonformal,” ujar Roni.

Read More

Ia turut memberikan apresiasi kepada UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, atas inovasi dalam menghadirkan kegiatan Lomba Edukatif Kultural Museum. Roni berharap melalui kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa cinta generasi muda, terhadap sejarah dan kearifan lokal, serta menjadikan museum sebagai ruang belajar aktif bagi kemajuan pendidikan dan pelestarian budaya di daerah.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Mely Mohamad, menjelaskan bahwa kegiatan lomba akan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 5, 7, dan 8 Mei 2026. Rangkaian kegiatan lomba ini sendiri meliputi lomba mewarnai, lomba Tidi Lo O’ayabu, serta lomba cerdas cermat.

“Untuk lomba mewarnai jenjang PAUD ini diikuti sebanyak 84 peserta, kemudian untuk lomba Tidi Lo O’ayabu jenjang SMA/SMK/MA diikuti 20 tim, dan lomba cerdas cermat jenjang SMP diikuti sekolah perwakilan dari enam kabupaten/kota,” ungkap Mely.

Pada lomba edukatif kultural ini juga, UPTD Museum turut menghadirkan dewan juri yang kompeten di bidangnya, di antaranya berasal dari akademisi dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG), komunitas perupa Gorontalo, serta komunitas dan budayawan lokal.

Melalui kegiatan ini, UPTD Museum berharap dapat meningkatkan minat dan pengetahuan peserta didik terhadap museum, menanamkan nilai-nilai sejarah dan budaya sejak dini, sekaligus mendorong kreativitas dan daya saing generasi muda.

“Kami berharap museum dapat terus menjadi pusat edukasi yang interaktif dan menyenangkan, serta menjadi ruang pembelajaran yang relevan bagi perkembangan peserta didik,” pungkasnya.

Usai dibuka secara resmi, kegiatan lomba edukatif kultural museum dilanjutkan dengan lomba mewarnai jenjang PAUD. Puluhan peserta anak-anak usia dini tersebut nampak antusias mengikuti lomba mewarnai koleksi museum, dengan turut didampingi para guru serta orang tuanya masing-masing. (adv)

Related posts