Kukuhkan PPIH Gorontalo, Gubernur Gusnar Tekankan Pelayanan Haji yang Profesional dan Maksimal

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat mengukuhkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Gorontalo bertempat di Asrama Haji Gorontalo. (Foto: Mila Diskominfotik)

Pojok6.id (Gorontalo) – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, secara resmi mengukuhkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Gorontalo di Asrama Haji, Selasa (5/5/2026). Pengukuhan tersebut turut dihadiri Kakanwil Kemenhaj Mansur, Plt Kakanwil Kemenag Kaswad, pimpinan OPD, serta sejumlah pimpinan instansi terkait.

Pada musim haji 2026/1447 Hijriah, jumlah PPIH Gorontalo tercatat sebanyak 150 orang. Rinciannya terdiri dari 79 orang PPIH lintas sektor, 60 orang PPIH embarkasi, dan 11 orang PPIH kloter.

Dalam arahannya, Gubernur Gusnar menegaskan pentingnya fokus, konsentrasi, serta dedikasi tinggi dari seluruh petugas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah calon haji. Menurutnya, kualitas pelayanan haji tahun ini akan menjadi tolok ukur penting bagi pemerintah pusat, khususnya Kementerian Haji dan Umrah, dalam mempertimbangkan realisasi Embarkasi Haji Gorontalo di masa mendatang.

Read More

“Mari kita semakin kokohkan pelaksanaan tugas tahun ini, untuk menunjang terwujudnya embarkasi haji Gorontalo dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Gusnar.

Ia juga menyoroti sejumlah aspek krusial dalam penyelenggaraan haji, terutama terkait kelengkapan administrasi jemaah. Mulai dari proses imigrasi, pemeriksaan bagasi, hingga tahapan keberangkatan menuju embarkasi Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi, harus dipastikan berjalan tertib dan lancar.

“Selamat bekerja. Insya Allah semua berjalan lancar. Kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Pegang itu baik-baik, dan iringi dengan doa agar seluruh tugas kita dimudahkan,” pesannya.

Usai prosesi pengukuhan, Gubernur Gusnar turut meninjau kesiapan fasilitas di Asrama Haji. Ia memastikan kamar-kamar jemaah telah tertata dengan baik, lengkap dengan penamaan dan foto jemaah. Setiap kamar direncanakan diisi oleh tiga orang, dengan fasilitas yang memadai seperti pendingin ruangan, tempat tidur, dan kamar mandi yang layak. (Adv)

Related posts