Mahasiswa KKN UNG Dorong Kreativitas Warga Desa Permata Melalui Pelatihan Kerajinan Batok Kelapa

Mahasiswa KKN Tematik UNG Desa Permata bersama DPL dan sejumlah warga Desa Permata, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. (Foto: Istimewa)

Pojok6.id (UNG) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menghadirkan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat. Kali ini melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa KKN yang ditempatkan di Desa Permata, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Gorontalo, dengan menggelar pelatihan kerajinan batok kelapa.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Trifandi Lasalewo menjelaskan, bahwa kehadiran mahasiswa KKN di Desa Permata, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Program ini berangkat dari potensi lokal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, yakni limbah batok kelapa yang cukup melimpah.

“Batok kelapa selama ini hanya dianggap sebagai limbah. Padahal, jika dikelola dengan sentuhan kreativitas, bisa menjadi produk bernilai ekonomi dan mendukung keberlanjutan lingkungan,” kata Trifandi.

Read More
banner 300x250

Melalui pelatihan ini, ia berharap mahasiswa KKN dapat menumbuhkan keterampilan baru, yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Permata. Selain mendorong kemandirian ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal secara bijak dan berkelanjutan.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Permata, Minggus Harun, menyambut positif inisiatif Mahasiswa KKN UNG, yang melaksanakan pengabdian di Desanya.

“Kerajinan dari batok kelapa memiliki potensi besar yang jika diolah dengan baik dapat menghasilkan nilai ekonomis untuk masyarakat,” ungkapnya.

Terakhir, selaku Koordinator Desa KKN Permata, Lius Kaaba, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh warga selama pelaksanaan KKN. Ia menekankan bahwa batok kelapa yang sering dianggap sebagai limbah tak bernilai, bisa diubah menjadi peluang besar di tangan yang kreatif.

“Melalui program ini, kami mahasiswa KKN UNG ingin mengajak seluruh masyarakat untuk melihat potensi ini dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi,” pungkasnya. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60