Kopdar Wikimedia Gorontalo : Membuat Artikel dan Perdalam Pemahaman Penggunaan Fitur Wiki

Kegiatan Kopdar Wikimedia Gorontalo di History Cafe, Kota Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Pojok6.id (Gorontalo) – Komunitas Wikimedia Gorontalo menggelar Kopdar, Sabtu (25/10/2025), di History Cafe, Kota Gorontalo. Kopdar kali ini dimanfaatkan para sukarelawan untuk membuat artikel baru, sekaligus memperdalam pemahaman mengenai fitur-fitur wiki yang masih jarang digunakan.

Artikel-artikel tersebut difokuskan pada topik, dari berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia. Sebab bahasa daerah sendiri, saat ini mulai terancam punah dan ditinggal oleh para penuturnya. Sehingga dengan menuliskannya di Wikipedia, hal ini dapat memperlambat kepunahan dari bahasa daerah itu sendiri.

Adapun kopdar kali ini diikuti sebanyak 13 orang sukarelawan, yang selama ini selalu aktif berkontribusi di Wikipedia Bahasa Gorontalo. Dimana para sukarelawan ini adalah gabungan antar generasi, mulai dari yang belia sebagai mahasiswa, sampai  generasi tua yang merupakan penutur ahli bahasa Gorontalo.

Read More
banner 300x250

Sukarelawan Senior, Marwan Mohamad menyampaikan, kegiatan Kopdar Wikimedia juga turut dihadiri penutur ahli bahasa Gorontalo dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Suleman Bouti, yang sekaligus saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Pelestarian Bahasa dan Sastra Daerah UNG.

“Bapak Suleman Bouti memberikan materi mengenai afiksasi dalam bahasa Gorontalo, kepada peserta kopdar. Kemudian sebagai salah satu sukarelawan senior dalam komunitas, saya juga menyiapkan materi pelatihan. Meskipun belum bisa hadir secara langsung, tapi saya hadir secara online dan membantu para sukarelawan dalam hal teknis penulisan seperti html, template dan modul yang belum dipahami oleh sukarelawan lainnya,” ungkap Marwan.

Selain itu, kata Marwan, hadir juga Muchtar Hadia, Mohamad Fasti Datu, Idris Kulima dan Ibu Warahma, yang merupakan para tenaga pendidikan sekaligus, Kepala sekolah di Kota Gorontalo maupun Kabupaten Bone Bolango

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran beliau-beliau ini, karena di tengah kesibukan di rumah dan mengajar, masih mau bergabung bersama sukarelawan remaja. Ini menandakan bahwa sekecil apapun kegiatan pemertahanan bahasa daerah ini, tetap berjalan secara mandiri dan perlahan ditengah gempuran pengaruh budaya dari luar,” pungkasnya.

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60