Pojok6.id (Gorontalo) – Pemberitaan mengenai pengusiran sejumlah pengurus Kwarda Pramuka oleh Pemprov Gorontalo, ditanggapi Juru Bicara Gubernur Gorontalo, David Radjak. Dia menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah kesengajaan dan terjadi karena miss komunikasi.
“Yang pertama, saya minta maaf kalau hal seperti ini harus ramai diberitakan. Tapi sejujurnya yang terjadi adalah miss komunikasi dan penyesuaian peserta rapat, sebab rapat di rumah jabatan tersebut adalah Rapat Forkopimda diperluas dengan materi rapat yakni, pemaparan kesiapan daerah untuk agenda Perkemahan Peran Saka Tingkat Nasional kepada Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Pak Budi Waseso. Karena rapat Forkopimda, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemprov untuk kelancaran dan efektifitas rapat” urai David dalam keterangan yang diterima.
Dirinya menambahkan bahwa dalam perkembangannya, sejumlah Pengurus Kwarda juga turut hadir.
“Namun mungkin di internal Kwarda juga terdapat undangan sendiri, sehingga disinilah terjadi miss komunikasi, dan peserta rapat menjadi lebih banyak dari yang seharusnya. Maka protokol melakukan penyesuaian. Jika peserta inti rapat, segera menyesuaikan di tempat duduk, dan yang lainnya bisa menyesuaikan agar tidak ada peserta rapat yang berdiri di ruangan. Jadi intinya disitu dan bukan tertutup atau tidak transparan,” tambah David.
Disinggung soal persiapan selanjutnya dirinya meyakini bahwa persiapan akan tetap on the track.
“Kedatangan Ketua Kwarnas berarti memang bukti persiapan terus dimatangkan, dan kemitraan Pemprov bersama Kwarda juga terjalin baik. Pak Gubernur Gusnar dan Pak Bupati Sofyan selaku Ketua Kwarda juga terus berkomunikasi secara berkala, tidak hanya dalam forum rapat, tapi melalui telpon dan forum atau pertemuan lainnya untuk terus menyukseskan perkemahan peran saka nasional di tahun 2025 ini,” pungkas David.








