Pojok6.id (Gorontalo) – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Salah satu fokus utama yang mendapat perhatian serius adalah kesiapan transportasi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), guna mendukung mobilitas ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Kesiapan tersebut mengemuka dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (10/6/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, mengatakan bahwa seluruh perangkat daerah bersama instansi terkait terus memperkuat koordinasi, agar penyelenggaraan PENAS berjalan lancar dan sukses. Selain kesiapan lokasi kegiatan, kelancaran akses transportasi peserta menjadi salah satu aspek penting yang terus dimonitor.
Menurut Jamal, pemerintah daerah memperoleh dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan, untuk menjamin kelancaran arus kedatangan maupun kepulangan peserta. Dukungan tersebut mencakup penambahan jadwal penerbangan, penyesuaian jadwal kapal laut, hingga penyediaan armada bus, untuk mendukung mobilitas selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah, baik transportasi laut maupun udara mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan. Penambahan penerbangan dan penyesuaian jadwal kapal dilakukan, agar seluruh peserta dapat hadir dan kembali ke daerah masing-masing sesuai kebutuhan,” ujar Jamal.
Ia menjelaskan, penerbangan tambahan telah disiapkan pada tanggal 18 dan 19 Juni untuk mengakomodasi peserta dari Pulau Jawa, Sumatera, dan sejumlah wilayah lainnya. Sementara itu, peserta dari Kalimantan Utara yang menggunakan transportasi laut juga mendapat penyesuaian jadwal keberangkatan kapal, sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Tidak hanya sektor transportasi, kesiapan pasokan energi juga menjadi perhatian pemerintah. Bersama Pertamina, Pemprov Gorontalo telah melakukan perhitungan kebutuhan BBM, dengan mempertimbangkan potensi peningkatan konsumsi selama pelaksanaan PENAS.
“Untuk saat ini stok BBM aman. Namun kami tetap mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan, akibat mobilitas peserta yang cukup tinggi. Pertamina juga telah menyatakan kesiapannya, untuk memberikan perhatian khusus agar pasokan tetap terjaga,” jelas Jamal.
Sebagai langkah antisipatif, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, akan beroperasi selama 24 jam selama pelaksanaan PENAS berlangsung. Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan distribusi BBM berjalan lancar, sekaligus memberikan kemudahan bagi peserta maupun masyarakat.
Dengan dukungan transportasi yang semakin diperkuat serta jaminan ketersediaan BBM, Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dapat berlangsung sukses, nyaman, dan menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor pertanian dan perikanan nasional. (Adv)








