UNG – Kebutuhan hand sanitizer sejak merebaknya wabah virus corona (Covid-19) semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan itu bahkan membuat warga cukup kesulitan mencari produk tersebut.
Kondisi itu membuat Anggun Sasmita dan rekan rekannya yang merupakan mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas MIPA UNG membuat dan mengembangkan sendiri hand sanitizer. Melalui program Technopreneurship, mereka mengembangkan Bio Hand Sanitizer (cairan pembunuh kuman).Menariknya, Bio Hand Sanitizer terbuat dari bahan dasar kulit udang.
“Bio hand sanitizer ini adalah jenis hand sanitizer yang dibuat dengan bahan dasar atau bahan utamanya adalah limbah kulit udang windu, yang telah melalui beberapa tahapan kimia hingga menjadi kitosan,” Kata Anggun saat ditemui diruang Laboratorium Fakultas MIPA, Selasa (16/03/2020).
Ia mengungkap kulit udang windu memiliki khasiat sebagai anti bakteri. Untuk mendapatnya pun relatif mudah karena cukup banyak tempat usaha yang memiliki mengunakan seafood terutama udang sebagai salah satu menu.
“Kemarin itu kami buat produk litosan dari kulit udang kebetulan di Gorontalo ini banyak sekali perusahaan yang memiliki bahan menunya adalah sifut jadi, kami kembangkan proses kitosan ini dan bahan ini sebenarnya sudah lama ditemukan sudah beberapa penemuan dan aplikasinya salah satu contoh dari hand sanitizer ini” ungkap Anggun Sasmita.
Sasmita menjelaskan bahwa penemuan hand sanitizer yang terbuat dari bahan dasar kulit udang ini telah di uji labolatorium antibakterinya dengan menggunakan 2 bakteri yakni E.Coli dan Sthapylococus Aures . Dari hasil uji laboratorium didapati 2 bakteri tersebut memiliki zona hambat sebesar 8.30 mm dan 8.32 mm.
“Beberapa bulan lalu sudah di uji anti bakterinya dan sudah didapatkan hasilnya dan hasilnya tergolong kuat untuk litosa sendiri”. (Adv-KT08)