Ini Makna Logo Resmi Dies Natalis UNG Ke-57

Logo Dies Natalis Universitas Negeri Gorontalo yang ke 57. (Foto Istimewah)

– Menyemarakkan perayaan Dies Natalis UNG yang ke-57, resmi meluncurkan Logo sebagai ikon perayaan Dies Natalis tahun ini. Eduart Wolok menjelaskan makna dari logo yang digunakan pada Dies Natalis kali ini yakni, dari bentuk logo merupakan gabungan beberapa unsur yang diambil dari logo UNG.

“Pertama, kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo yang melambangkan lima sila dari dasar negara Pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi peradaban Gorontalo yang disebut (Payu Limo to Talu, Lipu Pei Hulalu),” Ujar Eduart Wolok, Rektor UNG.

Kedua, lanjut rektor adalah sayap burung Maleo sebagai burung endemik Sulawesi yang melambangkan semangat juang yang tinggi serta, gerakan dinamis dari seluruh civitas akademika dalam memajukan UNG. Sayap burung Maleo tersebut, juga melambangkan semangat dan daya juang pribadi-pribadi unggul dan memiliki daya saing.

Read More

“Untuk warna yang digunakan pada logo ini adalah Merah, Kuning Emas, Hijau, Biru dan Ungu yang merupakan warna adat Gorontalo,” lanjut Rektor.

Eduart Wolok mengungkapkan bahwa, keseluruhan ragam warna yang ada di logo, juga mewakili warna masing-masing fakultas yang ada di UNG.

“Adapun makna dari warna merah yang melambangkan keberanian dan tanggung jawab. Kuning emas melambangkan sikap setia dan kemuliaan. Hijau melambangkan kesuburan dan kesejahteraan. Biru melambangkan ketenangan, kesetiaan dan harapan. Ungu melambangkan keanggunan dan kewibawaan,” tambah Eduart Wolok.

Tidak hanya itu, ungkapnya, Warna yang digunakan pada logo, kata Eduart, merupakan warna-warna gradasi yang sering digunakan di dunia teknologi sekarang. penggunaan ini sejalan dengan visi dan misi UNG yang mengedepankan inovasi, digital based learning, teknologi terbarukan, jejaring, serta sains dan teknologi menuju good university governance.

“Sedangkan font yang digunakan pada logo ini adalah huruf sans serif yang memiliki keterbacaan yang tinggi, sehingga dapat terbaca meskipun logo dalam ukuran besar ataupun kecil,” tegasnya.

Rektor berharap dengan menginjak usia ke-57 sebagai kampus unggul dan berdaya saing, berupaya meneguhkan UNG sebagai Kampus Kerakyatan. Dan senantiasa berkontribusi secara langsung bagi masyarakat melalui kegiatan tridharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.  (rilis_rsb)

Related posts