Inflasi Gorontalo Terkendali Pada Level 0,22 Persen

Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo di aula Kantor Perwakilan BI Gorontalo, Kamis (16/4/2020). Gelaran HLM pada kesempatan kali ini, dilaksanakan dengan mengikuti seluruh protokol kesehatan nasional seperti physical distancing, penggunaan masker oleh seluruh peserta rapat, dan pengecekan suhu tubuh. (Foto:Nova Humas)

Kota Gorontalo – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, tingkat inflasi Gorontalo periode Maret 2020 masih relatif terkendali seiring dengan capaian deflasi sebesar -0,13 persen month to month (mtm). Capaian deflasi tersebut mendorong tingkat inflasi tahun kalender Gorontalo tetap rendah sebesar 0,22 persen year to date (ytd).

“Alhamdulillah di tengah pandemi virus , tingkat inflasi kita tetap terjaga pada level 0,22 persen ytd dengan inflasi year on year sebesar 2,67 persen,” kata Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah () Provinsi Gorontalo di aula Kantor Perwakilan BI Gorontalo, Kamis (16/4/2020).

Idris mengutarakan, tantangan untuk menjaga tingkat inflasi ini sangat penting terlebih tidak lama lagi akan memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah. Mengacu pada data BI dan BPS, dalam lima tahun terakhir tingkat inflasi Gorontalo rata-rata mencapai 0,85 persen pada saat Ramadan dan Idul Fitri.

Read More
banner 300x250

“Untuk menjaga tingkat inflasi ini kita akan menerapkan strategi 4 K, yaitu ketersediaan stok pangan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusinya, serta komunikasi yang efektif. Ini merupakan kunci utama yang harus kita lakukan,” tegas Idris.

Idris menambahkan, selain strategi 4 K tersebut, imbauan secara masif kepada masyarakat untuk tidak panik dan membeli bahan pangan dalam jumlah yang berlebihan di tengah pandemi virus Corona juga harus terus dilakukan oleh TPID kabupaten/kota. Idris memastikan, TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota akan melakukan kebijakan jalur khusus untuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi pangan.

Sementara itu untuk menjaga stabilitas harga pangan, TPID Provinsi Gorontalo akan melakukan operasi pasar secara berkala, khususnya untuk komoditas pangan yang mengalami lonjakan harga. Dalam pelaksanaan operasi pasar ini TPID akan menggandeng Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di bawah Dinas Pangan Provinsi Gorontalo melalui program TTIC Mobile yang memiliki kemampuan untuk menjangkau masyarakat hingga daerah terpencil.

“TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota akan berupaya menjaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga untuk seluruh kebutuhan masyarakat sehingga tingkat inflasi di tengah pandemi virus Covid-19 serta menjelang Ramadan dan Idul Fitri dapat tetap terkendali,” tandas Wagub Idris Rahim. (Adv)

Sumber : Humas

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60