Pojok6.id (Gorontalo) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo, melalui UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, menggelar kegiatan Belajar Bersama di Museum, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dikbud Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, Senin (13/4/2026).
Dalam sambutannya, Sudarman mengajak para peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal, khususnya dalam menggali pengetahuan langsung dari para narasumber yang kompeten di bidangnya.
“Saya harap kegiatan ini dapat diikuti dengan baik. Silakan gali ilmu sedalam-dalamnya langsung dari para narasumber. Jadikan ini pengalaman berharga, karena tidak semua orang memiliki kesempatan seperti adik-adik hari ini untuk mempelajari secara langsung warisan budaya, khususnya budaya Gorontalo,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo beserta jajaran, narasumber, guru pendamping, dan para siswa yang telah berpartisipasi. Sudarman berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata, dalam membentuk generasi muda yang berkarakter Gorontalo.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Para peserta juga diharapkan dapat membagikan kembali pengetahuan yang diperoleh, kepada teman-teman di sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Mely Mohamad, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Dikbud Provinsi Gorontalo, dalam rangka pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya daerah, sekaligus optimalisasi fungsi museum sebagai sarana edukasi.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap budaya Gorontalo, menumbuhkan rasa cinta serta kepedulian terhadap pelestarian budaya, serta mengembangkan kreativitas melalui pembelajaran berbasis praktik,” jelas Mely.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni tanggal 13, 14, dan 16 April 2026, dengan mengangkat tiga topik Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Gorontalo yang telah diakui secara nasional. Dimana hari pertama diisi dengan pembelajaran “Tanggomo”, hari kedua tari “Tidi Lo O’ayabu”, dan hari ketiga praktik pembuatan “Diniyohu”.
Peserta kegiatan berjumlah 50 orang di setiap sesi, yang terdiri dari siswa-siswi SMA/SMK/MA se-Provinsi Gorontalo sebagai perwakilan dari MKKS kabupaten/kota. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG), maestro budaya, tenaga kebudayaan, serta praktisi budaya.
Usai pembukaan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan sesi pembelajaran “Tanggomo”. Suasana berlangsung kondusif dan interaktif, para siswa terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh narasumber, di antaranya tokoh sastra lisan Gorontalo Hasdin Danial atau “Ti Pakuni”, Bima Katara, serta pemerhati budaya Mohamad Ichsan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami nilai-nilai budaya daerah, tetapi juga mampu menjadi generasi penerus yang aktif dalam pelestarian budaya serta mendorong penguatan edukasi budaya di lingkungan sekolah masing-masing. (adv)








