Pojok6.id (Kota Gorontalo) – Pemerintah Kota Gorontalo terus memperkuat edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi musim kemarau panjang, yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo dengan Masyarakat dan Sosialisasi Urusan Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan Tahun 2026 yang digelar di Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Sabtu malam (18/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo, Hendry Ticoalu, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino, yang menyebabkan cuaca lebih panas dan musim kemarau berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya.
Menurut Hendry, berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan melampaui periode normal yang umumnya berakhir pada Agustus. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran, hingga gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem.
Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan penggunaan air bersih dalam aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, maupun menyiram tanaman. Selain itu, warga juga diminta mulai menyiapkan tempat penampungan air, sebagai langkah antisipasi jika terjadi kekurangan pasokan air bersih.
Selain persoalan air bersih, Hendry menegaskan bahwa ancaman kebakaran lahan maupun bangunan juga meningkat selama musim kemarau. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan api dan segera melaporkan apabila terjadi kebakaran.
“Jangan sampai saat terjadi kebakaran masyarakat lebih dulu melakukan siaran langsung di media sosial, tetapi terlambat menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dalam kondisi darurat, segera hubungi Pemadam Kebakaran Kota Gorontalo di nomor 0822-5993-4143 agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, dengan memperbanyak konsumsi air putih dan menghindari dehidrasi akibat suhu udara yang semakin panas.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, mengatakan kegiatan silaturahmi dan sosialisasi menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Gorontalo, untuk mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya dilakukan melalui penyediaan infrastruktur, tetapi juga dengan membangun kesadaran masyarakat, untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan lingkungan.
“Pemerintah Kota Gorontalo ingin membuktikan bahwa upaya membangun daerah bukan sekadar slogan. Kami terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan informasi, mendengar aspirasi, dan bersama-sama mewujudkan Kota Gorontalo yang semakin layak huni, aman, dan sejahtera,” ujar Indra.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai kelurahan, agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat mengenai program pembangunan maupun langkah-langkah menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak perubahan cuaca yang terjadi saat ini. (Adv)








