Pojok6.id (Gorontalo) – Pemerintah Provinsi Gorontalo bergerak cepat menangani persoalan sedimentasi saluran irigasi yang mengakibatkan ribuan hektare sawah di Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, tidak dapat ditanami secara optimal. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memastikan pembangunan 16 titik irigasi air tanah sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan air para petani.
Pembangunan irigasi air tanah tersebut akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II pada tahun 2026. Setiap jaringan irigasi diperkirakan mampu mengairi lahan pertanian seluas 10 hingga 12 hektare.
Gubernur Gusnar mengatakan, pembangunan 16 titik irigasi merupakan langkah awal untuk mengatasi persoalan yang dihadapi petani. Mengingat luas areal persawahan di Taluduyunu mencapai lebih dari 1.000 hektare, pemerintah juga akan mengusulkan penambahan titik irigasi agar seluruh lahan dapat kembali produktif.
“Karena di situ luasan sawahnya lebih dari seribu hektar, maka akan kami usulkan untuk ditambah lagi agar seluruh lahan bisa ditanami. Saya minta kepada masyarakat tolong bersabar, kita pikirkan bersama dan saya sudah menemukan caranya seperti tadi itu,” kata Gusnar, Selasa (4/8/2026).
Selain solusi jangka pendek melalui pembangunan irigasi air tanah, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menyiapkan penanganan permanen dengan melakukan normalisasi Daerah Irigasi Taluduyunu. Normalisasi akan dilakukan melalui pengerukan saluran yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
Menurut Gusnar, upaya normalisasi harus dirancang secara menyeluruh agar mampu mencegah sedimentasi kembali terjadi saat musim hujan. Karena itu, proses perencanaan akan dilakukan secara matang sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kita rencanakan yang matang untuk normalisasi saluran irigasi Taluduyunu ini agar ketika hujan tidak terjadi lagi sedimentasi. Saya memahami perasaan masyarakat yang di situ tidak bisa menanam, tapi itulah kondisinya,” pungkasnya. (Adv)








