Gubernur Gusnar Ismail Audiensi bersama Tim Periset Kajian Bappeda Provinsi Gorontalo

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail (tengah) saat melakukan audiensi bersama tim periset kajian Bappeda Provinsi Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Pojok6.id (Gorontalo) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo menggelar audiensi antara Gubernur Gorontalo dan Tim Penyusun Kajian Perspektif Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Bidang Riset dan Inovasi Bapppeda Provinsi Gorontalo itu, turut menghadirkan para akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Raghel Yunginger, S.Pd., M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Syarwani Canon, M.Si.

Audiensi ini menjadi forum awal dalam penyusunan kajian strategis tahunan, yang akan melibatkan berbagai perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo. Kolaborasi ini dirancang untuk mengintegrasikan hasil riset akademik, ke dalam arah kebijakan publik secara nyata dan terukur.

Read More

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menekankan, bahwa pentingnya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan komunitas akademik.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus mengembangkan kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi. Penelitian tidak boleh berhenti pada laporan semata, tetapi harus berkelanjutan dan aplikatif dalam menjawab tantangan pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, selaku akademisi, Raghel Yunginger, memberikan pendapat tentang meningkatnya aktivitas pertambangan bukan logam di sejumlah wilayah yang ada diwilayah Provinsi Gorontalo.

“Kegiatan pertambangan bukan logam seperti batuan dan pasir terus berkembang, namun perlu perhatian lebih terkait perizinan dan metode pelaksanaannya. Kajian harus dapat menjawab bagaimana sektor ini dikelola secara berkelanjutan, tanpa mengabaikan dampak lingkungan dan sosial,” ungkapnya.

Selain itu, Prof. Syarwani Canon, akademisi lain yang terlibat dalam penyusunan kajian, turut menyampaikan pandangan strategis terkait pengelolaan kawasan perkotaan.

“Kota Gorontalo sebagai salah satu wilayah terpadat memerlukan pendekatan manajemen kawasan, yang lebih fungsional dan terintegrasi dengan wilayah sekitarnya. Kajian ini penting untuk menyelaraskan fungsi Kota Gorontalo dalam konteks regional. Kolaborasi lintas wilayah sangat dibutuhkan, agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara paralel dan merata,” jelasnya.

Terakhir, Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan tonggak awal dari kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan dunia akademik.

“Kami melihat ini sebagai awal dari momen kolaborasi yang lebih erat dengan para akademisi. Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan untuk menjawab kompleksitas pembangunan ke depan,” pungkas Wahyudin.

Dengan mengusung tema “Sinergi Riset dan Kebijakan untuk Akselerasi Pembangunan Daerah”, audiensi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong perencanaan pembangunan Provinsi Gorontalo yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berbasis bukti ilmiah. (Adv)

Related posts