Pojok6.id (Gorontalo) – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta, Senin (25/5/2026), Pemprov Gorontalo berhasil meraih penghargaan Terbaik I Nasional atas praktik baik pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad. Capaian ini menempatkan Gorontalo di posisi tertinggi, mengungguli Provinsi Jawa Tengah dan Papua, yang juga masuk dalam tiga besar nasional.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan pemerintah pusat atas komitmen, kerja keras, dan dedikasi Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menyukseskan pelaksanaan evaluasi pendidikan nasional secara efektif, tertib, dan berkualitas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari tingginya tingkat partisipasi satuan pendidikan dan peserta didik di seluruh jenjang pendidikan.
“Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), partisipasi satuan pendidikan mencapai 99,68 persen dengan tingkat partisipasi siswa sebesar 99,33 persen. Pada jenjang SMP, partisipasi sekolah mencapai 99,71 persen dengan tingkat partisipasi siswa sebesar 99,01 persen,” ujar Sudarman.
Sementara itu, pada jenjang pendidikan menengah, tingkat partisipasi peserta TKA juga menunjukkan hasil yang sangat tinggi. Untuk SMA mencapai 99,03 persen dan SMK menembus angka 99,43 persen.
Menurut Sudarman, capaian tersebut merupakan hasil dari langkah strategis yang dilakukan Pemprov Gorontalo melalui penguatan koordinasi dan pendampingan teknis secara berkelanjutan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, kata dia, secara aktif memfasilitasi sosialisasi TKA-AN kepada tim teknis kabupaten/kota, baik melalui pertemuan tatap muka maupun virtual. Tim teknis tersebut kemudian melakukan pendampingan lanjutan kepada proktor dan teknisi di lapangan.
“Tim juga membuka layanan pengaduan melalui Zoom Meeting untuk mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang dilaporkan dari daerah,” tambahnya.
Selain itu, Pemprov Gorontalo turut membentuk posko TKA-AN yang terintegrasi dengan posko penyelia guna mempercepat koordinasi dan penanganan persoalan teknis selama pelaksanaan berlangsung.
Tim penyelia yang diterjunkan juga merupakan guru dan pengawas berpengalaman yang sebelumnya pernah menjadi helpdesk UNBK dan ANBK tingkat provinsi, sehingga memiliki kemampuan teknis yang memadai.
Keberhasilan Gorontalo juga ditopang oleh sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Kementerian Agama, serta Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo.
Melalui penghargaan ini, Pemprov Gorontalo berharap semangat kolaborasi dan inovasi di sektor pendidikan terus tumbuh demi mendorong terciptanya pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berdaya saing untuk seluruh masyarakat Gorontalo. (Adv)








