Empat Hari Terombang-ambing di Laut, Tiga Warga Taliabu Selamat dan Terdampar di Perairan Gorontalo

Ketiga warga Taliabu Barat, Maluku Utara yang terdampar di laut Gorontalo. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Tiga warga Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, berhasil diselamatkan setelah terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih empat hari, akibat perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak besar hingga mengalami kerusakan mesin.

Ketiga korban masing-masing bernama Candri Awir (43), seorang petani, Ansar Candri (23), pelajar/mahasiswa, dan Adri Taksim (18), pelajar/mahasiswa. Ketiganya merupakan warga Desa Loho Bubbak, Kecamatan Taliabu Barat, Maluku Utara.

Peristiwa bermula ketika mereka berangkat dari Kecamatan Taliabu Barat pada Ahad, 19 Juli 2026, menggunakan sebuah perahu menuju wilayah Banggai, Sulawesi Tengah. Tujuan perjalanan tersebut adalah untuk membeli kebutuhan bahan makanan, sekaligus menjenguk anggota keluarga yang sedang sakit.

Read More
banner 300x250

Namun, saat perjalanan pulang pada Kamis pagi, 23 Juli 2026, cuaca buruk menghadang. Perahu yang mereka tumpangi dihantam gelombang besar hingga terbalik. Meski berhasil membalikkan kembali perahu, mereka mendapati mesin mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dihidupkan.

Tanpa tenaga penggerak, perahu mereka hanyut mengikuti arus laut. Selama kurang lebih empat hari, ketiganya bertahan hidup di tengah lautan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Seluruh bahan makanan yang mereka bawa hanyut terbawa ombak, sehingga mereka hanya mengandalkan air laut untuk bertahan hidup hingga akhirnya ditemukan.

“Ketiga korban hanyut terbawa arus hingga memasuki perairan Desa Motinelo, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Mereka pertama kali ditemukan oleh nelayan Bone Raya yang sedang melaut,” ujar Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Gorontalo, Kombes Pol. Devy Firmansyah saat konferensi pers, Senin (27/7/2026).

Setelah ditemukan, para nelayan segera memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat. Personel Direktorat Polairud Polda Gorontalo, kemudian bergerak cepat mengevakuasi ketiga korban ke Kantor Pos Polairud Marnit Kota.

Menurut Kombes Pol. Devy Firmansyah, proses evakuasi dilakukan untuk memastikan kondisi para korban sekaligus menjalani pemeriksaan kesehatan, serta dimintai keterangan terkait peristiwa yang mereka alami.

Setelah memastikan seluruh korban aman dan sehat, selanjutnya Dit Polairud Polda Gorontalo melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban, untuk kemudian diserahkan dan memastikan seluruh proses kepulangan para korban berjalan aman dan lancar.

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60