Dosen Farmasi UNG Kenalkan Khasiat Ikan Hulu’u sebagai Potensi Lokal untuk Penyembuhan Luka

Dosen Farmasi UNG, Mohamad Aprianto Paneo bersama tim pengabdian saat melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kepada siswa SMA Negeri 1 Paguyaman. (Foto: Istimewa)

Pojok6.id (UNG) – Di balik tenangnya perairan Danau Limboto, tersimpan kekayaan hayati yang mulai menarik perhatian dunia akademik dan kesehatan. Salah satunya adalah ikan Hulu’u (Giuris margaritacea), ikan lokal khas Gorontalo yang diketahui memiliki kandungan albumin tinggi dan berpotensi mendukung proses penyembuhan luka.

Potensi tersebut diperkenalkan kepada para siswa SMA Negeri 1 Paguyaman melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, yang dilaksanakan dosen Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Kegiatan edukatif ini menjadi wadah bagi akademisi UNG untuk mengenalkan kekayaan hayati daerah, sekaligus memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat mengungkap manfaat kesehatan dari sumber daya lokal yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat.

Read More
banner 300x250

Dalam pemaparannya, tim pengabdian menjelaskan bahwa ikan Hulu’u mengandung albumin, sejenis protein yang berperan penting dalam proses regenerasi jaringan tubuh. Kandungan tersebut berpotensi membantu mempercepat penyembuhan luka, mengurangi peradangan, serta mendukung pemulihan jaringan secara alami.

Ketua tim pengabdian, Apt. Mohomad Aprianto Paneo, M.Farm., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan ilmu pengetahuan kepada generasi muda, dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki Gorontalo.

“Kami ingin memperkenalkan kepada siswa bahwa daerah kita memiliki sumber daya hayati yang sangat potensial. Ikan Hulu’u merupakan salah satu contohnya, karena memiliki kandungan albumin yang menarik untuk dikaji dan dikembangkan lebih lanjut dalam bidang kesehatan,” ujarnya.

Menurut Aprianto, pengenalan potensi ikan lokal tidak hanya bertujuan menambah wawasan siswa tentang kekayaan daerah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ilmiah sejak dini. Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak melihat bahwa bahan alam di sekitar mereka dapat menjadi objek penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap generasi muda tidak hanya mengenal kekayaan hayati daerahnya, tetapi juga memahami bagaimana ilmu farmasi dan kesehatan dapat berperan dalam mengembangkan manfaatnya secara ilmiah,” tambahnya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti materi yang disampaikan, mengajukan berbagai pertanyaan, hingga berdiskusi mengenai kandungan albumin pada ikan Hulu’u dan kaitannya dengan proses penyembuhan luka.

Bagi sebagian siswa, informasi mengenai manfaat kesehatan ikan Hulu’u menjadi pengetahuan baru yang menarik. Selain menambah wawasan tentang dunia farmasi, kegiatan ini juga membuka pandangan mereka bahwa potensi daerah dapat menjadi sumber inovasi dan penelitian di masa depan.

Melalui kegiatan pengabdian ini, UNG berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kekayaan hayati lokal, serta terdorong untuk mengembangkan potensi tersebut melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi yang bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Potensi daerah bukan hanya kekayaan yang harus dijaga, tetapi juga ilmu yang dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Aprianto. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60