Pojok6.id (Limboto) – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan kepada seluruh OPD Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) harus menjadi indikator nyata, apakah penggunaan anggaran belanja daerah (APBD) sudah memberikan dampak positif dan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sofyan, saat membuka Bimbingan Teknis Evaluator SAKIP OPD di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Selasa (8/9/2026).
“SAKIP jangan hanya menjadi kegiatan rutin untuk menyelesaikan administrasi. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengukur apakah program yang direncanakan, benar-benar mencapai sasaran dan memberikan dampak bagi masyarakat,” tegas Sofyan
Ia menambahkan, berbagai catatan evaluasi SAKIP pada APBD 2026, harus dijadikan bahan koreksi total untuk penyusunan APBD 2027 mendatang. Sofyan melarang keras jajarannya, mengulang kesalahan perencanaan yang sama di tahun berikutnya.
Oleh karena itu, peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan BPKP diminta tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen, melainkan mampu mengawal kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Melalui pembenahan sistem evaluasi ini, Pemkab Gorontalo berkomitmen mewujudkan birokrasi yang efektif, hemat anggaran, dan berorientasi penuh pada hasil pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga,” jelasnya. (Adv)








