Pojok6.id (Limboto) – Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo,Maryam Sofyan Puhi, mengatakan lomba bertutur bukan sekadar ajang perlombaan atau mencari juara, melainkan sarana membangun minat baca, keberanian, kemampuan komunikasi, hingga karakter anak.
Hal itu disampaikan pada kegiatan Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kabupaten Gorontalo, yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kasmat Lahay Convention Centre Limboto itu, dibuka Bupati Gorontalo dan diikuti 98 peserta terbaik dari berbagai sekolah dasar dan madrasah di Kabupaten Gorontalo.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mencintai buku, memahami isi bacaan, lalu menyampaikan kembali dengan ekspresi dan kreativitas mereka sendiri. Inilah proses literasi yang sesungguhnya,” ujar Maryam.
Ia menilai penguatan budaya membaca menjadi tantangan penting, di tengah perkembangan teknologi dan derasnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak.
Karena itu, kemampuan membaca dan bertutur harus terus diperkuat, agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman.
“Anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan luas, berpikir kreatif, dan lebih percaya diri,” katanya.
Selain itu, Maryam juga mengajak peserta menjadikan lomba tersebut sebagai ruang belajar dan pengalaman berharga, bukan sekadar kompetisi.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang cinta membaca, mencintai budaya daerah, serta menjadi duta literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kalian semua adalah anak-anak hebat, karena sudah berani tampil membawa cerita dan pengetahuan di depan banyak orang. Menang atau belum menang bukan tujuan utama, tetapi keberanian dan semangat belajar itulah yang paling penting,” tandasnya. (Adv)








