Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Penelitian Akademik Penataan Wilayah Aglomerasi Perkotaan

Kegiatan FGD Penelitian Akademik yang digelar Bappeda Provinsi Gorontalo, terkait pembahasan Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Kota Gorontalo. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Akademik, terkait Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi Kota Gorontalo : Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional Pemerintah dan Peningkatan Kinerja Central Place.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Prof. Abdussamad Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (FEB UNG) itu, dibuka secara resmi oleh Gubernur Gorontalo, yang dalam hal ini diwakili Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, serta menghadirkan Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Syarwani Canon, praktisi akademisi, dan OPD lintas sektor terkait dari Kabupaten/Kota.

Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, menegaskan terkait pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, dalam penyusunan kebijakan pembangunan berbasis riset. Dengan semakin berkembangnya lembaga pendidikan tinggi di Gorontalo, baik negeri maupun swasta, maka kapasitas riset dan inovasi daerah harus dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan kebijakan yang berbasis data dan kajian akademik.

Read More
banner 300x250

“Selama ini riset sering berhenti pada tataran konseptual. Kedepan, kami ingin riset-riset yang dilakukan oleh akademisi dapat langsung diimplementasikan dan memberi arah bagi kebijakan pembangunan wilayah,” ujar Wahyudin dalam sambutannya.

Selain itu, melalui kegiatan kajian seperti ini, lanjut Wahyudin menegaskan, bahwa Bappeda Provinsi Gorontalo tidak hanya ingin menjadi pelaksana riset dasar, tetapi juga fasilitator yang menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan nyata pemerintah dan masyarakat.

“Kita ingin setiap kebijakan pembangunan daerah didasarkan pada kajian yang kuat dan pandangan yang objektif, bukan semata-mata karena pertimbangan politis. Dengan begitu, arah pembangunan Provinsi Gorontalo akan lebih terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pelaksanaan FGD ini merupakan wujud nyata kolaborasi akademik dan pemerintahan dalam memperkuat landasan ilmiah pembangunan Provinsi Gorontalo. Hasil diskusi akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis yang mendukung visi pembangunan berkelanjutan Pemerintah Provinsi Gorontalo, sekaligus mendukung program Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, dalam memperkuat pembangunan daerah berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60