Pojok6.id (Gorontalo) – Inovasi pertanian yang dikembangkan petani lokal kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, meninjau langsung panen padi yang menerapkan teknologi Prebiotik Zero Waste Minyak Kelapa Omega 3 di Desa Dulohupa, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Rabu (10/6/2026).
Teknologi yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Huyula tersebut, telah diterapkan pada lahan pertanian seluas 60 hektar. Panen yang dilakukan saat ini merupakan musim tanam ketiga, sejak teknologi tersebut mulai digunakan.
Di tengah hamparan sawah yang siap dipanen, Wagub Idah menyampaikan apresiasinya atas inovasi yang lahir dari kreativitas masyarakat. Menurutnya, teknologi prebiotik tidak hanya menghasilkan kualitas padi yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui efisiensi biaya produksi.
“Dari hasil yang kita lihat hari ini, padi yang menggunakan pupuk prebiotik memiliki kualitas yang berbeda dibandingkan padi biasa. Bulir padinya lebih berisi, lebih bersih, dan tampak mengilap. Ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari masyarakat, dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian,” ujar Idah.
Selain meningkatkan kualitas hasil panen, teknologi tersebut juga memberikan keuntungan ekonomi yang cukup besar bagi petani. Jika penggunaan pupuk konvensional membutuhkan biaya hampir Rp2 juta untuk satu petak sawah, penerapan pupuk prebiotik hanya memerlukan biaya sekitar Rp500 ribu.
Efisiensi tersebut dinilai menjadi solusi penting bagi petani, di tengah tantangan tingginya biaya produksi pertanian. Dengan pengeluaran yang lebih rendah dan kualitas hasil panen yang meningkat, petani memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik.
“Ini tentu sangat membantu petani, karena dapat menekan pengeluaran secara signifikan. Dengan biaya yang lebih rendah dan hasil yang lebih baik, pendapatan petani juga berpotensi meningkat,” tambahnya.
Tak hanya berdampak pada hasil panen, teknologi prebiotik juga dinilai mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Berdasarkan hasil pengujian unsur hara yang dipaparkan pengembang teknologi, lahan yang menggunakan pupuk prebiotik tetap mampu mempertahankan tingkat kesuburan tanah, sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa mengalami penurunan kualitas yang berarti.
Menurut Idah, keberhasilan yang ditunjukkan Kelompok Tani Huyula menjadi contoh nyata, bahwa kemajuan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga dapat lahir dari inovasi dan kreativitas petani itu sendiri.
“Petani harus terus berinovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Dengan inovasi, biaya produksi bisa ditekan, kualitas hasil panen meningkat, dan nilai jual produk pertanian menjadi lebih tinggi. Inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Idah juga mengajak para petani untuk memanfaatkan momentum pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan XVII, yang akan digelar di Gorontalo. Menurutnya, kegiatan berskala nasional itu menjadi wadah strategis bagi petani untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, serta mempelajari berbagai inovasi dan teknologi pertanian terkini.
Dengan semakin banyaknya inovasi yang lahir dari lapangan, Idah optimistis sektor pertanian Gorontalo akan semakin maju, produktif, dan mampu bersaing. Keberhasilan penerapan teknologi prebiotik di Boalemo menjadi salah satu bukti, bahwa transformasi pertanian berbasis inovasi dapat dimulai dari desa dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta ketahanan pangan daerah. (Adv)
