Pojok6.id (UNG) – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Unit Layanan Disabilitas (ULD) oleh Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok.
Peresmian ULD menjadi langkah strategis UNG, dalam membangun lingkungan akademik yang semakin aksesibel, serta responsif terhadap keberagaman kebutuhan mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas.
Dalam penyampaiannya, Rektor UNG Prof. Eduart Wolok, menegaskan bahwa keberadaan ULD tidak hanya ditujukan sebagai unit layanan administratif, tetapi diharapkan berkembang menjadi pusat dukungan bagi mahasiswa penyandang disabilitas, dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan kampus.
“Layanan disabilitas ini diharapkan tidak sekadar menjadi unit layanan administratif, tetapi berkembang sebagai pusat dukungan yang mampu memastikan mahasiswa penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang sama dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan UNG,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan ULD merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memastikan setiap mahasiswa, memperoleh hak dan kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan tinggi. Melalui unit tersebut, mahasiswa penyandang disabilitas diharapkan dapat memperoleh dukungan akademik, pendampingan, hingga berbagai bentuk fasilitasi yang mendukung aksesibilitas selama berada di lingkungan kampus.
“Pendidikan tinggi tidak hanya berbicara mengenai penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan lingkungan yang memberikan ruang bagi setiap individu, untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran ULD menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan di UNG yang menghargai keberagaman. Dengan dukungan layanan yang lebih terarah, diharapkan tidak ada mahasiswa yang menghadapi hambatan dalam memperoleh pendidikan maupun berpartisipasi secara aktif, dalam kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
Menariknya, layanan ULD UNG nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi civitas akademika. Unit tersebut juga terbuka bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo yang membutuhkan informasi, konsultasi, maupun dukungan berkaitan dengan layanan disabilitas.
“Keterbukaan tersebut mempertegas peran UNG sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat luas dengan turut menghadirkan layanan untuk masyarakat penyandang disabilitas,” pungkasnya. (Adv)
