Pojok6.id (Kota Gorontalo) – Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Meidy N. Silangen, memaparkan secara langsung capaian pembangunan infrastruktur tahun 2025 serta rencana prioritas tahun 2026 di wilayah Kecamatan Hulonthalangi.
Silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo bersama masyarakat kembali dilaksanakan. Kali ini berlangsung di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Jum’at (24/4/2026).
“Ijinkan kami menyampaikan apa yang telah dilakukan pemerintah kota pada tahun 2025, khususnya terkait infrastruktur di Kecamatan Hulonthalangi,” ujar Meidy di hadapan warga.
Pada tahun 2025, sejumlah program infrastruktur telah direalisasikan, di antaranya rehabilitasi ruang kelas SDN 34 Hulonthalangi dengan anggaran Rp600 juta.
Selain itu, pembangunan saluran di Kelurahan Donggala serta rehabilitasi Kantor Kelurahan Tenda dan Siendeng tahap II masing-masing sebesar Rp200 juta turut dilaksanakan.
Peningkatan kualitas jalan juga menjadi fokus, termasuk penanganan long segmen Jalan Mawar dengan anggaran sekitar Rp1,8 miliar.
“Penanganan jalan kami lakukan melalui pemeliharaan rutin, berkala hingga peningkatan, agar kondisi jalan tetap terjaga dan mendukung aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Melalui Dana Pengembangan Kelurahan tahun 2025, pemerintah juga mengoptimalkan penanganan lingkungan, khususnya drainase.
Pembersihan saluran dilakukan di 36 lokasi dengan total panjang mencapai 7.110 meter. Untuk Kelurahan Tenda sendiri, penanganan dilakukan di 10 lokasi dengan panjang 2.691 meter.
“Pembersihan saluran ini menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dan mengurangi potensi genangan,” ungkap Meidy.
Ia juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa kegiatan yang belum terlaksana pada tahun 2025, salah satunya perkuatan tebing di Kelurahan Tenda, yang terkendala aspek teknis di lapangan.
“Ini sudah kami koordinasikan dan menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kota Gorontalo kembali mengalokasikan program infrastruktur dengan fokus pada kebutuhan prioritas masyarakat. Salah satunya adalah rencana konstruksi perkuatan tebing di Kelurahan Tenda dengan anggaran sekitar Rp980 juta.
“Perkuatan tebing ini menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan lingkungan,” tegas Meidy.
Selain itu, program lain juga mencakup DED perkuatan tebing dan check dam di Kelurahan Pohe, serta penguatan fasilitas pelayanan publik melalui pengembangan Mal Pelayanan Publik.
Pada tingkat kelurahan, Dana Pengembangan Kelurahan tahun 2026 tetap dialokasikan sebesar Rp200 juta untuk masing-masing wilayah. Untuk Kelurahan Tenda, anggaran tersebut akan difokuskan pada rehabilitasi saluran, pembangunan SPAL di tujuh lokasi, serta perbaikan jamban di lima titik.
“Seluruh program ini disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan di lapangan, sehingga tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, pemerintah tidak hanya menyampaikan program, tetapi juga memastikan adanya komunikasi dua arah dengan masyarakat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang responsif dan berkelanjutan. (Adv)
