Pojok6.id (Limboto) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo terus mendorong dan memperkuat setiap anak memperoleh hak pendidikan melalui program belajar 13 tahun.
Langkah ini juga ditandai dengan peresmian PAUD Satu Atap TK Anggrek Mekar dan SDN 12 Limboto Barat, sekaligus sosialisasi dan pencanangan program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk satu tahun pendidikan prasekolah.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi didampingi Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, meresmikan fasilitas pendidikan tersebut di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rifai, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jurni Biahimo, Camat Limboto Barat, Kapolsek Limboto Barat, para kepala desa, tenaga pendidik, pengawas sekolah, serta orang tua peserta didik.
Dalam sambutannya, Sofyan menegaskan bahwa penguatan pendidikan anak usia dini menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah, untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan dasar.
Menurutnya, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah ketersediaan sarana dan prasarana PAUD yang memadai. Selama ini, sebagian kebutuhan pengelolaan PAUD masih bergantung pada dukungan anggaran desa.
Melalui pola pendidikan satu atap, pemerintah daerah berharap perencanaan, penganggaran, hingga pemenuhan fasilitas pendidikan dapat lebih terintegrasi dan memiliki arah pengembangan yang jelas.
“Dengan adanya terobosan satu atap PAUD dan SD ini, diharapkan ke depan tersedia fasilitas pendidikan yang layak. Dari sisi perencanaan dan penganggaran juga sudah memiliki jalur yang lebih jelas,” kata Sofyan.
Selain penguatan kelembagaan pendidikan, Bupati juga menekankan pentingnya pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, dengan memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai bagian dari tahapan pendidikan anak.
Sofyan menilai, perubahan lingkungan dan perkembangan teknologi telah membawa tantangan baru, dalam proses tumbuh kembang anak. Anak-anak saat ini semakin akrab dengan gawai dan permainan daring, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif.
Karena itu, ia meminta seluruh tenaga pendidik untuk terus mengembangkan metode pembelajaran sesuai kebutuhan dan karakteristik generasi saat ini.
“Proses pendidikan bukan hanya tentang pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pembentukan watak dan kepribadian anak.
Karena itu, metode pembelajaran harus menyesuaikan dengan kebutuhan anak agar mereka merasa nyaman dan tidak bosan di sekolah,” tegasnya. (adv)








