Pojok6.id (Pohuwato) – PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo), terus memperkuat upaya pelestarian Burung Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) melalui dunia pendidikan. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah menyusun kurikulum muatan lokal dan modul pembelajaran, tentang konservasi Julang Sulawesi untuk sekolah-sekolah di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato.
Inisiatif ini menjadi bagian dari Program Konservasi Julang Sulawesi yang bertujuan membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Melalui pendidikan formal, siswa diharapkan tidak hanya mengenal Burung Julang Sulawesi sebagai satwa endemik, tetapi juga memahami pentingnya menjaga hutan sebagai habitat alami serta perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Sebagai tahap awal, PLN Nusantara Power dan UMGo telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Taluditi, untuk menyusun struktur kurikulum, bahan ajar, serta modul pembelajaran yang akan disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah. Program ini selanjutnya akan diperluas ke jenjang sekolah menengah pertama agar pendidikan konservasi dapat diterapkan secara berkesinambungan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indri Afriani Yasin, mengatakan pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program konservasi.
“Melestarikan Julang Sulawesi tidak cukup hanya melalui perlindungan habitat. Anak-anak juga perlu dikenalkan sejak dini tentang pentingnya menjaga satwa endemik dan lingkungan tempat mereka hidup. Melalui kurikulum muatan lokal ini, kami ingin membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bangga terhadap kekayaan hayati daerahnya,” ujar Indri.
Sementara itu, Adi Nugroho, Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, mengatakan bahwa pendidikan menjadi investasi jangka panjang dalam mendukung keberhasilan konservasi.
“Program konservasi yang berkelanjutan harus melibatkan generasi muda. Karena itu, kami bersama UMGo tidak hanya fokus pada penelitian dan pelestarian habitat, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan melalui dunia pendidikan. Kami berharap materi tentang Julang Sulawesi dapat menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah sehingga nilai-nilai konservasi terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Adi.
Di sisi lain, Reynold Gobel, Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum ini merupakan bagian dari roadmap Program Konservasi Julang Sulawesi yang mengintegrasikan aspek lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami percaya perubahan besar dimulai dari pendidikan. Ketika anak-anak memahami pentingnya menjaga hutan dan satwa endemik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan. Melalui kolaborasi dengan UMGo, kami ingin menghadirkan pendidikan konservasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi masa depan Julang Sulawesi maupun lingkungan di Pohuwato,” jelas Reynold.
Selain pengembangan kurikulum, Program Konservasi Julang Sulawesi juga mencakup penelitian sosial-ekologi, pembangunan Laboratorium Lapangan Konservasi, pelibatan masyarakat melalui SMART PATROL, hingga pengembangan eduekowisata berbasis konservasi. Seluruh rangkaian program tersebut disusun dalam roadmap hingga tahun 2029 sebagai bagian dari komitmen PLN Nusantara Power dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Melalui kolaborasi ini, PLN Nusantara Power dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo berharap pendidikan konservasi tidak hanya menjadi materi pembelajaran di sekolah, tetapi juga mampu menumbuhkan budaya mencintai lingkungan dan menjaga Burung Julang Sulawesi sebagai salah satu kekayaan hayati yang menjadi kebanggaan Gorontalo dan Sulawesi. (adv)
