PLN Nusantara Power Bangun Ekosistem Berkelanjutan di Pohuwato Lewat Program Konservasi Burung Julang Sulawesi

Foto: Narasumber dari Universitas Muhammadiyah Gorontalo memberikan materi pada Pelatihan SMART PATROL kepada masyarakat di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Konservasi Burung Julang Sulawesi yang dilaksanakan PLN Nusantara Power UP Gorontalo bersama UMGo untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga habitat satwa endemik Sulawesi.

Pojok6.id (Pohuwato) – Program Konservasi Burung Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) yang dijalankan PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Gorontalo bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) memasuki fase strategis. Setelah satu tahun membangun kesadaran masyarakat, kini program berfokus pada penguatan ekosistem konservasi yang berkelanjutan melalui riset, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor.

Transformasi tersebut ditandai dengan sejumlah capaian penting sampai April 2026. Di antaranya penyelesaian survei sosial-ekologi di lima desa habitat Julang Sulawesi di Kabupaten Pohuwato, penyusunan kurikulum muatan lokal konservasi untuk sekolah, perancangan Laboratorium Lapangan Konservasi di Desa Mekarti Jaya, hingga pengembangan model eduekowisata berbasis konservasi.

Hasil survei sosial menunjukkan masyarakat di lima desa memiliki dukungan yang tinggi terhadap upaya pelestarian Julang Sulawesi. Di sisi lain, penelitian juga mengidentifikasi sejumlah ancaman terhadap habitat, seperti pembukaan lahan, aktivitas pertambangan ilegal, dan menurunnya kualitas hutan. Temuan ini menjadi dasar dalam menyusun langkah konservasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Read More

Program ini juga mulai memperkuat aspek pendidikan dengan menyusun kurikulum muatan lokal tentang Julang Sulawesi bagi sekolah-sekolah di Kecamatan Taluditi. Selain itu, Laboratorium Lapangan Konservasi yang sedang dipersiapkan di Desa Mekarti Jaya akan menjadi pusat penelitian, edukasi, pelatihan masyarakat, hingga pengembangan wisata berbasis konservasi.

Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Dr. Salahudin Pakaya, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi kunci dalam menghadirkan program konservasi yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tetapi juga memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin konservasi ini menjadi gerakan bersama. Perguruan tinggi menghadirkan riset dan inovasi, sementara PLN Nusantara Power memberikan dukungan agar hasil penelitian dapat diimplementasikan di lapangan. Dengan pendekatan ini, konservasi tidak berhenti pada kajian akademik, tetapi benar-benar menjadi solusi bagi pelestarian lingkungan dan pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Adi Nugroho, Manager PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, mengatakan fase yang sedang dijalankan saat ini merupakan fondasi menuju program konservasi yang berkelanjutan.

“Kami tidak ingin program ini hanya menjadi kegiatan tahunan. Karena itu, bersama UMGo kami menyusun roadmap hingga tahun 2029. Setiap tahapan dirancang saling berkesinambungan, mulai dari penelitian, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan eduekowisata. Harapannya, masyarakat nantinya menjadi pelaku utama dalam menjaga habitat Julang Sulawesi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari kawasan yang tetap lestari,” kata Adi.

Di kesempatan yang sama, Reynold Gobel, Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo, menjelaskan bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya diukur dari terjaganya populasi satwa, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Konservasi yang berhasil adalah konservasi yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, seluruh kegiatan yang kami lakukan selalu melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, akademisi, dan masyarakat. Kami ingin membangun sebuah ekosistem, di mana pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat, pendidikan generasi muda, dan peluang ekonomi berbasis konservasi,” jelas Reynold.

Program Konservasi Julang Sulawesi merupakan bagian dari komitmen PLN Nusantara Power dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Selain menjaga salah satu satwa endemik Sulawesi, program ini juga diharapkan menjadi model konservasi berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. (adv)

Related posts