Pembubaran Panitia PENAS XVII, Gubernur Gusnar Sampaikan Apresiasi dan Terimakasih kepada Seluruh Panitia

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat membubarkan dengan resmi Panitia Daerah PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo 2026. (Foto: Ryan)

Pojok6.id (Gorontalo) – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, secara resmi membubarkan Panitia Daerah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026, melalui acara silaturahmi dan makan malam bersama yang berlangsung di Objek Wisata Pantai Dulanga, Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian kerja panjang panitia, yang selama berbulan-bulan mempersiapkan penyelenggaraan PENAS XVII hingga sukses digelar pada 20–25 Juni 2026. Hadir dalam kesempatan itu para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan instansi vertikal, mitra penyelenggara, serta seluruh panitia yang terlibat.

Prosesi pembubaran panitia ditandai dengan penyerahan cendera mata oleh Gubernur kepada para Liaison Officer (LO) dari jajaran OPD, yang bertugas mendampingi setiap kontingen provinsi peserta PENAS. Suasana penuh keakraban juga diwarnai penyampaian kesan dan pesan dari sejumlah mitra pelaksana, di antaranya Kepala Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Kepala BRMP, serta perwakilan LO.

Read More
banner 300x250

Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan kembali, bahwa keberhasilan penyelenggaraan PENAS XVII merupakan buah dari kerja kolektif seluruh panitia. Menurutnya, sebuah sistem hanya akan berjalan dengan baik, apabila setiap unsur di dalamnya mampu menjalankan tugas secara optimal.

“Hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Sebaliknya, usaha yang sungguh-sungguh akan selalu melahirkan hasil yang membanggakan,” ujar Gusnar.

Ia mengakui, keberhasilan Gorontalo menjadi tuan rumah PENAS XVII, merupakan capaian yang luar biasa. Di tengah keterbatasan anggaran, seluruh panitia mampu menghadirkan penyelenggaraan yang mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.

Menurut Gusnar, keberhasilan tersebut lahir dari dedikasi seluruh LO, koordinator seksi, hingga para petugas yang bekerja tanpa banyak terlihat di balik layar, namun memiliki peran penting dalam menyukseskan setiap rangkaian kegiatan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, atas dedikasi, kerja keras, dan kerja sama yang telah diberikan. Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita bersama,” katanya.

Lebih jauh, Gubernur mengungkapkan bahwa dampak PENAS XVII tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan manfaat strategis bagi masa depan Gorontalo. Ia menyebut, dalam beberapa hari terakhir, perbincangan mengenai Gorontalo dan PENAS menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di media sosial secara nasional.

Menurutnya, kondisi tersebut menghadirkan tiga manfaat besar bagi daerah. Pertama, semakin dikenalnya Gorontalo oleh masyarakat Indonesia. Kedua, terbukanya peluang komunikasi dan kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pihak untuk mendorong pembangunan daerah. Ketiga, meningkatnya kepercayaan pemerintah pusat, terhadap kemampuan Gorontalo dalam menyelenggarakan agenda berskala nasional.

“Ini adalah harga yang tidak bisa dinilai. Kita tidak perlu lagi berada di pinggir-pinggir birokrasi nasional. Sekarang Gorontalo berada di depan birokrasi nasional. Kita tidak perlu rendah diri karena memiliki fiskal dan jumlah penduduk yang kecil. Kini Gorontalo menempati tempat yang terhormat di mata birokrasi nasional dan itu harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” tegas Gusnar.

PENAS Petani dan Nelayan XVII yang digelar pada 20–25 Juni 2026 menjadi salah satu agenda nasional terbesar, yang pernah diselenggarakan di Gorontalo. Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, sementara puncak acara dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Keberhasilan penyelenggaraan PENAS XVII tidak hanya meninggalkan kesan positif bagi ribuan peserta dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penting yang semakin memperkuat posisi Gorontalo, sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah berbagai agenda strategis tingkat nasional. (Adv)

Baca berita kami lainnya di

Related posts

banner 468x60